Kasus Keracunan MBG, Anggota DPRD Lebong Geram: Keselamatan Anak Bangsa Jangan Dipertaruhkan

Lebong – Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Lebong, Debi Sanca Irama, menyatakan keprihatinannya atas kasus keracunan massal program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa lebih dari 400 siswa dan guru di Kabupaten Lebong. Hingga tiga hari pascakejadian, ia menilai pihak terkait, khususnya SPPG (penyedia program MBG), belum memberikan keterangan resmi, sehingga menimbulkan kekecewaan.
“Kejadian ini sangat menghebohkan masyarakat Lebong. Apalagi ini program nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Jangan sampai program yang seharusnya menyehatkan justru mengancam keselamatan anak bangsa,” tegas Debi, Sabtu pagi (30/8/25) via pesan WhatsApp kepada wartawan.
Menurutnya, kasus ini harus diusut tuntas, terutama terkait dugaan kelalaian pihak penyelenggara. Ia menekankan bahwa pelaksanaan MBG tidak cukup hanya mengandalkan akal, tetapi harus dikerjakan dengan hati demi kesehatan dan semangat anak-anak.
“Kalau program ini ingin tetap berjalan di Lebong, persiapan harus lebih matang. Mulai dari perekrutan karyawan dapur maupun lapangan, hingga perlu diberikan pelatihan terlebih dahulu,” ujarnya.
Debi menambahkan, peristiwa ini juga menjadi pembelajaran penting bagi kecamatan yang belum tersentuh MBG, khususnya di Dapil II seperti Kecamatan Lebong Selatan, Rimbo Pengadang, dan Topos.
“Ini pelajaran bagi semua pihak. Kami di DPRD siap mendukung pengawasan sampai ke akar-akarnya, karena baru sekarang kami tahu ada program MBG di Lebong. Ke depan, kami akan memastikan pelaksanaannya lebih baik agar benar-benar membawa kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, pihak terkait masih menunggu hasil uji laboratorium dari BPOM Bengkulu untuk memastikan penyebab pasti keracunan massal tersebut.






