Inflasi Bengkulu Naik 2,90 Persen, Harga Pangan dan Emas Jadi Pendorong

Bengkulu – Kota Bengkulu mencatat inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) sebesar 2,90 persen pada Mei 2026. Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan, transportasi, hingga emas perhiasan menjadi faktor utama yang mendorong inflasi di daerah tersebut, berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bengkulu.
Kepala BPS Kota Bengkulu Iin Inayati menyampaikan, pada Mei 2026 Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Bengkulu berada di angka 110,38. Selain inflasi tahunan, Bengkulu juga mengalami inflasi bulanan atau month to month (m-to-m) sebesar 0,87 persen, sementara secara tahun kalender atau year to date (y-to-d) tercatat deflasi sebesar 1,33 persen.
Menurut Iin, inflasi tahunan dipicu oleh kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan kenaikan mencapai 6,06 persen.
Selain itu, kenaikan juga terjadi pada kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 2,42 persen, transportasi 3,12 persen, penyediaan makanan dan minuman atau restoran 3,37 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang meningkat hingga 7,61 persen.
Di sisi lain, terdapat dua kelompok pengeluaran yang justru mengalami penurunan indeks harga. Kelompok pendidikan tercatat mengalami deflasi sebesar 8,31 persen, sedangkan kelompok kesehatan turun 0,27 persen.
BPS mencatat kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi kontributor utama inflasi tahunan dengan andil sebesar 1,75 persen. Komoditas yang paling dominan mendorong kenaikan harga antara lain emas perhiasan, cabai merah, daging ayam ras, angkutan udara, dan ikan dencis.
Sementara itu, kelompok pendidikan menjadi penyumbang terbesar deflasi tahunan dengan andil 0,50 persen. Beberapa komoditas yang berkontribusi terhadap penurunan harga di antaranya biaya Sekolah Menengah Atas, santan segar, bawang putih, tarif rumah sakit, dan bensin.
Untuk inflasi bulanan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau kembali menjadi faktor dominan dengan andil sebesar 0,59 persen. Kenaikan harga cabai merah, angkutan udara, bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, dan tomat menjadi pemicu utama inflasi selama Mei 2026.
Adapun kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang deflasi bulanan dengan andil sebesar 0,03 persen. Komoditas yang memberikan pengaruh penurunan harga pada kelompok ini antara lain daging ayam ras, emas perhiasan, ikan dencis, kentang, serta makanan hewan peliharaan.
Data inflasi tersebut disampaikan dalam kegiatan Press Release Berita Resmi Statistik (BRS) Mei 2026 yang digelar BPS Kota Bengkulu pada Selasa (2/6/2026). Kegiatan itu turut dihadiri perwakilan organisasi perangkat daerah, kalangan statistisi BPS, serta sejumlah media massa.






