Alaku

BengkuluPemerintah Kota Bengkulu mengalokasikan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) senilai Rp60 miliar untuk memperkuat layanan pendidikan di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada 2026. Anggaran tersebut diarahkan untuk mendukung kebutuhan operasional sekolah, peningkatan sarana prasarana, hingga penguatan kompetensi tenaga pendidik.

Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Pemkot Bengkulu memastikan dana BOSP akan disalurkan kepada seluruh satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga keberlangsungan proses belajar mengajar sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu Ilham Putra mengatakan, pemanfaatan dana tersebut harus benar-benar memberikan dampak langsung terhadap kebutuhan sekolah. Tiga sektor utama yang menjadi perhatian yakni perbaikan sarana prasarana, penyediaan bahan ajar berkualitas, serta peningkatan kemampuan tenaga pendidik.

Menurut Ilham, besarnya anggaran BOSP harus diiringi dengan pengelolaan yang tepat agar manfaatnya dapat dirasakan oleh peserta didik. Karena itu, pihak sekolah diminta menyusun penggunaan anggaran berdasarkan kebutuhan prioritas masing-masing.

“Kami menegaskan kepada seluruh pengelola dana sekolah agar memanfaatkan anggaran BOSP ini secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Semua penggunaan harus sesuai dengan skala prioritas yang dibutuhkan oleh sekolah masing-masing,” ujar Ilham, Rabu (29/7/2026).

Ia menegaskan pengelolaan dana pendidikan tidak hanya berorientasi pada penyerapan anggaran, tetapi harus mampu menghasilkan peningkatan kualitas layanan sekolah. Penggunaan dana juga akan menjadi perhatian agar tetap sesuai dengan aturan dan kebutuhan pembelajaran.

Dengan dukungan dana BOSP sebesar Rp60 miliar, Pemkot Bengkulu berharap fasilitas pendidikan semakin memadai dan kualitas pembelajaran terus meningkat. Pemerintah daerah menargetkan penguatan sektor pendidikan dapat mencetak generasi yang lebih kompeten dan memiliki daya saing.

Pengawasan terhadap penggunaan anggaran, kata Ilham, menjadi faktor penting agar program tersebut berjalan maksimal. Transparansi dan akuntabilitas pengelola sekolah menjadi kunci agar dana yang diberikan benar-benar mendukung kemajuan pendidikan di Kota Bengkulu.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan