Namun politik memang dinamis, kadang lebih dinamis dari harga cabai. Di tengah perjalanan DPP PAN mengubah arah. Rencana menuju Senayan dialihkan. Helmi diminta pulang kandang dan maju sebagai calon Gubernur Bengkulu. Perjuangannya tidak singkat, jalannya tidak selalu mulus dan tekanannya jelas berlipat. Tapi satu hal tidak berubah cara kerjanya.
Setelah melalui perjuangan panjang dan akhirnya terpilih menjadi Gubernur Bengkulu, Helmi tetap membumi. Tidak ada jarak yang dibuat-buat, tidak ada gaya elitis yang dipaksakan. Ia tetap turun, mau mendengar dan mau bertanya langsung ke masyarakat. Jabatan baginya bukan kursi empuk, tapi meja kerja.
Dari perjalanan ini, ada pelajaran penting yang patut dicatat kepemimpinan sejati bukan soal berubah setelah berkuasa, melainkan konsisten sejak sebelum menjadi Gubernur. Helmi Hasan membuktikan bahwa karakter yang ditempa sejak mahasiswa, bila dijaga, akan tetap relevan hingga ke kursi gubernur.














