Bengkulu – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu mempercepat pelaksanaan program nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan menerapkan strategi jemput bola ke berbagai instansi dan masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan capaian partisipasi warga yang saat ini masih berada di angka 2,07 persen.
Program tersebut diawali dengan pelaksanaan pemeriksaan kesehatan bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dimulai dari internal Dinas Kesehatan Kota Bengkulu sebagai percontohan, Selasa (2/6/2026).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelli Hartati, mengatakan pendekatan langsung ke kantor-kantor pemerintahan menjadi salah satu upaya untuk memperluas jangkauan layanan sekaligus mendorong deteksi dini kondisi kesehatan para aparatur.
“Hari ini kita melaksanakan kegiatan CKG untuk OPD, yang dimulai dari OPD Dinas Kesehatan Kota Bengkulu terlebih dahulu sebagai contoh. Langkah jemput bola ke kantor-kantor pemerintahan ini menjadi strategi penting agar para pelayan publik mendeteksi kondisi kesehatannya sejak dini sebelum mereka memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat,” ujar Nelli.
Menurutnya, Pemerintah Kota Bengkulu menargetkan partisipasi program CKG meningkat hingga 26 persen pada akhir 2026. Dalam jangka panjang, program tersebut diharapkan mampu menjangkau sekitar 46 persen penduduk Kota Bengkulu.
Setelah pelaksanaan di lingkungan OPD dan satuan pendidikan, Dinkes akan mengerahkan tenaga kesehatan dari sejumlah puskesmas untuk melakukan pemeriksaan langsung di tengah masyarakat. Sasaran program mencakup berbagai kelompok usia sesuai kategori yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan RI.
“Setelah dari OPD, gerakan CKG ini kemudian menyasar ke masyarakat sasaran kelompok berbagai umur. Kami mengimbau seluruh warga Kota Bengkulu untuk tidak ragu memanfaatkan fasilitas ini. CKG ini adalah kado pelayanan dari negara agar masyarakat kita tetap sehat, produktif, dan terhindar dari risiko penyakit kronis di masa depan,” kata Nelli.
Untuk mempermudah akses layanan, masyarakat diminta memanfaatkan aplikasi SatuSehat Mobile guna melakukan registrasi dan mengisi kuesioner skrining kesehatan secara mandiri sebelum pemeriksaan.
Hasil pemeriksaan seperti tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, hingga asam urat nantinya akan tercatat secara otomatis dalam rapor kesehatan digital masing-masing peserta. Sistem tersebut menjadi bagian dari penguatan layanan kesehatan berbasis digital yang tengah dikembangkan pemerintah.
Melalui integrasi layanan primer dan perluasan jangkauan pemeriksaan kesehatan, Pemkot Bengkulu optimistis target nasional program CKG dapat tercapai sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit dan pemeliharaan kesehatan secara berkelanjutan.





