Dinas Ketahanan Pangan Seluma Matangkan Strategi TPID 2026, Fokus Stabilitas Harga Pangan
Dinas Ketahanan Pangan Seluma Matangkan Strategi TPID 2026, Fokus Stabilitas Harga Pangan

Dinas Ketahanan Pangan Seluma Matangkan Strategi TPID 2026, Fokus Stabilitas Harga Pangan

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Seluma – Upaya pengendalian inflasi pangan di Kabupaten Seluma terus diperkuat menjelang 2026. Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Seluma melakukan evaluasi Program Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) 2025 sekaligus menyusun strategi lanjutan guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.

Rapat evaluasi dan perumusan program TPID 2026 digelar pada 12 Februari 2026. DKP Seluma diwakili Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Nengsi Puspita Heryani, SE, serta Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda Auprasidi, MP. Keterlibatan tersebut untuk memastikan kebijakan pengendalian inflasi daerah berjalan terukur dan tepat sasaran.

Dinas Ketahanan Pangan Seluma Matangkan Strategi TPID 2026, Fokus Stabilitas Harga Pangan
Dinas Ketahanan Pangan Seluma Matangkan Strategi TPID 2026, Fokus Stabilitas Harga Pangan

Kepala DKP Seluma, Drs. Amri, M.Pd, menjelaskan bahwa hasil pemantauan bersama Satgas Pangan Pusat melalui Zoom Meeting menunjukkan pergerakan harga pangan nasional sepanjang 2025 relatif stabil. Kondisi serupa juga terjadi di Provinsi Bengkulu yang dinilai masih dalam batas standar nasional pengendalian harga.

Ia menyebut, Satgas Pangan secara rutin melakukan monitoring langsung kepada pelaku usaha guna memastikan harga komoditas tidak melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Dinas Ketahanan Pangan Seluma Matangkan Strategi TPID 2026, Fokus Stabilitas Harga Pangan
Dinas Ketahanan Pangan Seluma Matangkan Strategi TPID 2026, Fokus Stabilitas Harga Pangan

Sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi pangan, pemerintah mengintensifkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM). Program ini menyediakan komoditas dengan harga lebih rendah dari pasar, terutama menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H/2026 untuk menjaga daya beli masyarakat.

Selain GPM, distribusi beras melalui program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) juga diperkuat. Langkah ini ditujukan agar penyaluran beras bersubsidi tepat sasaran sekaligus menjaga kestabilan harga di tingkat konsumen.

“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas inflasi daerah, khususnya di Kabupaten Seluma. Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung program ketahanan pangan demi Seluma yang lebih sejahtera dan terkendali dari lonjakan inflasi,” ujar Amri. (ADV)

Gambar Gravatar
Wartawan media online yang banyak menyoroti kabar daerah, peristiwa harian, dan isu-isu lokal dengan tetap mengedepankan verifikasi sumber serta ketepatan informasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *