“Kan masih didalami ditelusuri, kami masih mengembangkan apakah ada tersangka lain,” ujar Ramadhan dalam konferensi pers di Jakarta. Penyidikan lebih lanjut akan terus dilakukan untuk memastikan seluruh jaringan terorisme dapat diungkap dan diberikan tindakan hukum yang sesuai.
Selain itu, dalam konteks pengamanan tahapan Pemilu 2024, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo telah memerintahkan jajarannya untuk mengantisipasi aksi terorisme dengan langkah preventive strike atau teknik pencegahan dengan aksi penindakan. Tujuannya adalah mencegah terulangnya kejadian seperti pada Pemilu 2019, di mana terjadi enam kali aksi teror. Upaya ini dilakukan agar Pemilu 2024 dapat berlangsung dengan aman dan terhindar dari ancaman terorisme.
Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan kekhawatiran ini dalam pernyataannya pada Selasa (17/10). Ia menekankan perlunya mengoptimalkan langkah-langkah preventive strike (penindakan pencegahan) untuk mengidentifikasi dan menangkap para pelaku teror sebelum mereka melancarkan aksinya. Hal ini diupayakan untuk memastikan keamanan dan ketertiban dalam negeri, khususnya menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Sigit menyatakan, “Optimalkan preventive strike agar pelaku teror bisa ditangkap sebelum melancarkan aksinya sehingga kita bisa pastikan dan minimalkan tidak ada letupan sekecil apapun pada Pemilu 2024.” Langkah-langkah pencegahan yang kuat diharapkan dapat membantu mencegah terjadinya insiden terorisme yang dapat mengganggu proses demokrasi dan keamanan selama Pemilu 2024.
Penulis : Affif Dwi As’ari
Editor : Affif Dwi As’ari





