Bengkulu – Rapat evaluasi pelaksanaan kerja sama dan pemetaan kerja sama lingkup Pemerintah Provinsi Bengkulu yang digelar Rabu pagi (16/7/2025) di Ruang Pola Setda Provinsi Bengkulu diwarnai dengan rendahnya tingkat kehadiran undangan. Dari 44 undangan yang disebar, banyak organisasi perangkat daerah (OPD) dan mitra kerja yang tidak hadir, seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), Rumah Sakit Jiwa Khusus Jiwa (RSJK) dan lainnya.
Acara yang dimulai pukul 08.30 WIB ini dibuka dan dipimpin langsung oleh Asisten I Setda Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar. Dalam sambutannya, Khairil menegaskan pentingnya evaluasi kerja sama sebagai upaya untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas program-program yang telah disepakati antara pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait.
“Kita jangan hanya berlomba-lomba membuat kerja sama, tetapi lupa menindaklanjutinya. Banyak kerja sama yang tidak dilaporkan progresnya, ini harus jadi perhatian serius,” ujar Khairil.
Rapat ini diselenggarakan oleh Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setda Provinsi Bengkulu sebagai bagian dari upaya optimalisasi pelaksanaan kerja sama lintas sektor yang telah dilakukan selama ini.
Pihak panitia sebelumnya telah mengirimkan undangan resmi kepada seluruh OPD terkait dengan permintaan agar setiap instansi mengutus pejabat yang membidangi kerja sama, lengkap dengan data perjanjian yang sedang berjalan. Namun sayangnya, tingkat partisipasi yang rendah membuat proses evaluasi tidak berjalan optimal.
“Kami harap ke depan ada komitmen lebih kuat dari seluruh pihak untuk melaporkan perkembangan kerja sama yang sudah ada,” tambah Khairil.
Rapat ini menjadi pengingat bahwa kerja sama antarinstansi bukan sekadar formalitas, tetapi harus terus dimonitor agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat Provinsi Bengkulu.





