Alaku

Aklamasi, Ariyanto Jabat Ketua BMA Lebong Definitif Periode 2025–2030

Musyawarah Lengkap (Muskap) BMA Lebong ke-III dengan tema Cinta Budaya, Cinta Daerah, Gerakan Adat Menjadi Pelopor Dalam Pelestarian Budaya Rejang di Tengah Arus Globalisasi, yang digelar di Aula Pemda Lebong pada Jumat siang (05/12/25). (foto: Aan Ade Putra/repoeblik.com)

Lebong – Ariyanto resmi menjabat sebagai Ketua Badan Musyawarah Adat (BMA) Lebong periode 2025–2030. Kepastian ini ditetapkan melalui Musyawarah Lengkap (Muskap) BMA Lebong ke-III dengan tema Cinta Budaya, Cinta Daerah, Gerakan Adat Menjadi Pelopor Dalam Pelestarian Budaya Rejang di Tengah Arus Globalisasi, yang digelar di Aula Pemda Lebong pada Jumat siang (05/12/25).

Muskap dibuka langsung oleh Bupati Lebong, H. Azhari, serta dihadiri Wakil Bupati Lebong Bambang, ASB, AKAR Global Inisiatif, Ketua BMA Lebong Ariyanto, mantan Bupati Lebong Dalhadi Umar, tokoh adat, ketua BMA kecamatan se-Kabupaten Lebong, dan seluruh panitia pelaksana.

Bupati Azhari menegaskan bahwa Badan Musyawarah Adat adalah institusi adat tertinggi yang memayungi nilai, aturan, norma, dan tradisi yang diwariskan leluhur. Menurutnya, BMA menjadi ruang untuk menimbang persoalan, memperkuat kebersamaan, menyelesaikan sengketa secara beradab, dan menjaga kehormatan masyarakat Lebong di tengah arus perubahan zaman.

“Musyawarah Lengkap yang kita laksanakan hari ini memiliki arti strategis karena merupakan forum tertinggi untuk mengevaluasi pelaksanaan tugas adat dalam beberapa tahun terakhir,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan harapan agar pengurus baru mampu menata kembali kelembagaan serta struktur organisasi BMA agar lebih efektif dan responsif. Selain itu, pengurus diminta membahas dan mengesahkan tata tertib sidang, agenda, serta rekomendasi dari setiap komisi.

Peran Strategis BMA dalam Pembangunan Daerah

Pemerintah Kabupaten Lebong memandang adat bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga modal sosial penting dalam pembangunan daerah. Di tengah tantangan seperti konflik sosial, persoalan batas wilayah, pemanfaatan sumber daya alam, pergeseran nilai generasi muda, dan derasnya modernisasi, BMA dinilai sebagai penjaga keseimbangan sekaligus perekat masyarakat.

Ketua BMA terpilih, Ariyanto, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, terutama kepada Bupati Lebong yang memberikan kepercayaan kepadanya melalui aklamasi. Ia berkomitmen menjalankan tugas sesuai arahan pemerintah daerah dan menjaga marwah adat istiadat di Bumi Swarang Patang Stumang.

“Alhamdulillah, saya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua BMA Lebong Definitif Periode 2025–2030. Ini tanggung jawab besar untuk menata kembali yang tertinggal dan melanjutkan yang sudah baik dalam adat kita,” ujarnya.

Ariyanto juga mengapresiasi kerja keras panitia Muskap BMA Lebong ke-III, seraya mendoakan agar semua upaya mereka bernilai ibadah.

“Terima kasih kepada panitia yang telah bekerja keras menyukseskan Muskap BMA Lebong ke-III ini. Semoga menjadi ladang amal ibadah,” tutupnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan