WNI Tewas Ditembak di Malaysia, Pemerintah Indonesia Desak Investigasi
WNI Tewas Ditembak di Malaysia, Pemerintah Indonesia Desak Investigasi / foto ilustrasi

WNI Tewas Ditembak di Malaysia, Pemerintah Indonesia Desak Investigasi

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Jakarta – Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) menembakkan peluru di perairan Pantai Tanjung Rhu, Malaysia, yang berujung pada tewasnya seorang warga negara Indonesia (WNI). Insiden ini terjadi saat sekelompok WNI diduga berusaha keluar dari Malaysia secara ilegal menuju Dumai, Riau.

Menurut laporan, para WNI ini menggunakan jasa agen yang mengatur perjalanan ilegal mereka. Tarif yang dikenakan bervariasi, mulai dari 1.200 hingga 1.500 Ringgit. Kapal yang digunakan dalam perjalanan itu diketahui milik seorang WNI bernama Nur Saleh.

Aksi mereka terdeteksi oleh aparat Malaysia yang telah memberikan peringatan dengan sinyal lampu. Namun, kapal yang ditumpangi para WNI justru melaju kencang meninggalkan kapal APMM. Aparat Malaysia kemudian melepaskan tembakan, yang diklaim ditujukan ke mesin kapal agar laju kapal bisa dihentikan.

Namun, karena kondisi yang gelap, peluru mengenai beberapa penumpang, termasuk Basri yang akhirnya meninggal dunia. Selain itu, empat orang lainnya mengalami luka-luka dan mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit Serdang.

Jenazah Basri telah dipulangkan ke Riau pada Rabu (29/1) sekitar pukul 16.00 WIB. Sementara korban bernama Aban masih dalam kondisi koma.

Reaksi Pemerintah Indonesia

Pemerintah Indonesia merespons tegas insiden ini. Presiden Prabowo Subianto meminta investigasi menyeluruh terhadap kasus tersebut.

“Tapi sekali lagi saya ingatkan bahwa jangan mau ikut-ikut dalam kegiatan ilegal. Kalau nyelundup ke negara asing, risikonya negara asing akan bertindak,” ujar Prabowo.

Saat berkunjung ke Malaysia, Prabowo juga membahas kasus ini dengan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim. Namun, belum ada rincian lebih lanjut mengenai hasil pertemuan tersebut.

Wakil Menteri P2MI, Christina Aryani, menegaskan bahwa ada pihak-pihak yang mengoperasikan jasa penyelundupan pekerja migran ilegal. Pihaknya akan meminta tim untuk berkomunikasi dengan para korban yang telah pulih guna mengusut siapa yang bertanggung jawab dalam jaringan ini.

WNI Ditahan Polisi Malaysia

Selain korban penembakan, seorang WNI berusia 35 tahun juga telah ditahan oleh Polisi Malaysia untuk keperluan investigasi. Kepala Polisi Selangor, Datuk Hussein Omar Khan, menyatakan bahwa pria tersebut masuk ke Malaysia sebagai turis dan saat ini sedang diperiksa lebih lanjut.

“Petugas yang terlibat dalam operasi tersebut, termasuk mereka yang melepaskan tembakan juga akan dipanggil,” ujar Hussein. Polisi Malaysia mengklasifikasikan insiden ini sebagai percobaan pembunuhan.

Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, mengungkapkan bahwa pihaknya masih mengumpulkan keterangan terkait insiden ini dan akan terus memantau perkembangan kasusnya.

Gambar Gravatar
Wartawan media online yang aktif meliput berbagai peristiwa di daerah, mulai dari isu sosial, pemerintahan lokal, hingga perkembangan terbaru yang relevan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *