Wakil Ketua DPRD Provinsi Bengkulu Minta Pengawasan Program MBG Diperketat

Bengkulu – Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, menyampaikan keprihatinan mendalam terkait kasus keracunan massal ratusan siswa penerima manfaat Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lebong. Hal itu ia sampaikan sebelum memimpin Rapat Paripurna ke-17 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025, Kamis (28/8/25).
“Kita semua turut prihatin. Yang penting anak-anak bisa segera sehat kembali dan kejadian ini tidak terulang lagi,” kata Teuku.
Menurutnya, program MBG merupakan program nasional yang dijalankan di seluruh kabupaten di Bengkulu, bukan hanya di Lebong. Oleh sebab itu, ia menekankan perlunya pengawasan ketat agar kualitas makanan tetap terjamin.
“MBG ini program dari Pak Presiden, jadi kita harus jaga bersama. Kualitasnya harus kita jaga. Harapannya pengawasan lebih ketat lagi supaya tidak terjadi hal serupa,” tegasnya.
Ketika ditanya soal proses penyelidikan, Teuku menegaskan DPRD akan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum (APH).
“Itu kita serahkan ke pihak berwajib. Anggota DPR dan pemerintah intinya ingin agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Pengawasan MBG di tingkat kabupaten maupun provinsi harus lebih ditingkatkan,” ujarnya.
Sebelumnya, kasus keracunan massal MBG di Lebong telah menyebabkan lebih dari 427 siswa dirawat di RSUD Lebong dan sejumlah puskesmas. Aparat kepolisian sudah menyegel dapur produksi MBG di Kecamatan Lebong Sakti, serta mengamankan ketua pengelola dapur untuk penyelidikan lebih lanjut.






