Bengkulu Tengah – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah memperkuat langkah pengendalian inflasi melalui strategi 4K dalam Rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) tahun 2026 yang digelar di Pendopo Bukit Kandis, Selasa (21/4).
Rapat yang mengusung tema penguatan sinergi pengendalian inflasi ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Bengkulu Tengah, Tarmizi, serta dihadiri perwakilan Bank Indonesia, Perum Bulog, Forkopimda, dan sejumlah kepala OPD.
Dalam arahannya, Tarmizi menegaskan pentingnya langkah konkret dan terintegrasi untuk menjaga stabilitas harga serta melindungi daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi.
“Melalui forum ini, kita perkuat komitmen melalui empat langkah strategis. Pertama meningkatkan produksi pangan lokal secara berkelanjutan, kedua memperluas kerja sama antar-daerah untuk menjamin pasokan,” ujarnya.
Ia melanjutkan, langkah ketiga yakni mengoptimalkan sistem distribusi hingga menjangkau desa-desa, sementara keempat adalah melakukan intervensi pasar secara cepat terhadap komoditas strategis.
Menurutnya, penguatan sektor pangan dan kelancaran distribusi menjadi kunci utama dalam menekan laju inflasi di daerah.
Selain itu, Tarmizi juga menekankan pentingnya penerapan pendekatan 4K secara konsisten, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi efektif antar pemangku kepentingan.
“Pendekatan ini harus berjalan terintegrasi agar pengendalian inflasi benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Rapat TPID tersebut juga diisi dengan diskusi dan sesi tanya jawab, serta ditutup dengan penandatanganan berita acara kesepakatan sebagai bentuk komitmen bersama dalam pengendalian inflasi di Bengkulu Tengah.
Pemerintah daerah berharap sinergi lintas sektor yang terbangun melalui forum ini mampu menjaga stabilitas harga sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.





