Terminal Kepahiang Ditertibkan, Pedagang Hingga Tukang Ojek Justru Dukung Langkah Pemkab

Kepahiang – Setelah bertahun-tahun dibiarkan semrawut, kawasan Terminal Kepahiang kini mulai ditata. Penertiban besar-besaran yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kepahiang disambut baik oleh berbagai elemen masyarakat. Bukan hanya pejabat dan tokoh masyarakat, tapi juga para pelaku usaha kecil seperti pedagang kaki lima dan tukang ojek yang selama ini menggantungkan hidup di sekitar terminal.
Langkah penertiban dan rencana revitalisasi terminal ini menjadi bagian dari visi besar Bupati Kepahiang Zurdi Nata dalam menciptakan kota yang rapi, tertib, dan fungsional. Terminal tak lagi sekadar tempat parkir liar atau lokasi jualan tak teratur, melainkan akan dikembalikan ke fungsi utamanya sebagai simpul transportasi dan ruang publik yang nyaman.
Dukungan juga datang dari kalangan pengemudi ojek, salah satunya Pen (65), yang mengaku sudah lebih dari 15 tahun mangkal di sekitar terminal. Ia meyakini bahwa lingkungan yang tertata akan memberi kenyamanan bagi semua, termasuk pengojek.
“Yang rapi pasti indah. Kami para ojek juga mendukung, asal jangan sampai kami kehilangan tempat mangkal,” ucap Pen yang juga berprofesi sebagai petani, Rabu (30/4/25).
Sebelumnya, Meta (34), pedagang gerobak makanan di kawasan terminal juga ikut mendukung. Kalau pemerintah punya niat baik, kita wajib dukung. Terminal ini sudah terlalu lama semrawut. Kalau ditata dan kita tetap diberi tempat berjualan, tentu kami sangat setuju,” ujar, Senin (28/4/25).
Hal senada disampaikan Farel (18), pedagang aksesoris dan ponsel. Ia menilai, terminal yang bersih dan rapi justru akan meningkatkan daya tarik pembeli. “Kalau tempatnya nyaman, orang juga makin betah belanja. Jadi ini bukan akhir, malah bisa jadi awal yang baru buat kami,” katanya optimis.
Kepala Satpol PP Kepahiang, Devison, S.STP, menjelaskan bahwa penertiban dilakukan secara menyeluruh, melibatkan 150 personel gabungan dari berbagai OPD, termasuk TNI dan Polri. “Kami menertibkan bangunan liar dan sisa material yang tak layak pakai. Alhamdulillah, situasi aman dan tidak ada perlawanan. Para pedagang menyadari kesalahan dan sudah diberi waktu yang cukup,” tegasnya, (30/4).
Ia juga menegaskan, tidak ada toleransi bagi pelanggar, terutama pedagang yang menggunakan mobil tanpa izin. “Kami akan bertindak tegas sesuai aturan. Bahkan jika perlu, pihak kepolisian akan turun langsung,” ujarnya.
Kepala Dinas Perhubungan, Febrian Hendra, S.Sos, mengatakan bahwa terminal akan kembali difungsikan sebagai tempat naik turun penumpang dan juga akan diarahkan untuk bongkar muat barang. “Untuk area taman dan kawasan sekitarnya, kami masih menunggu petunjuk lebih lanjut,” ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa saat ini terminal berstatus tipe C, dikelola pemkab, dan jika ditingkatkan ke tipe B, pengelolaannya akan berpindah ke provinsi.
Sekda Hartono memastikan bahwa semua pedagang akan ditempatkan di lokasi khusus yang telah disiapkan, bukan digusur tanpa solusi. “Kami utamakan pendekatan humanis. Ini bukan soal menggusur, tapi menata. Supaya Kepahiang lebih baik,” katanya.
Dukungan dari masyarakat akar rumput ini membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan warga bisa menciptakan perubahan nyata. Revitalisasi Terminal Kepahiang bukan sekadar proyek fisik, tapi simbol transformasi menuju kota yang tertib, manusiawi, dan berdaya saing.






