Pendekatan dalam menangani karhutla juga harus mempertimbangkan jenis lahan yang terbakar. Lahan yang terbakar dapat berupa lahan gambut dan lahan mineral, yang memerlukan pendekatan yang berbeda.
Penanganan karhutla di Sumsel dibagi menjadi dua kategori lahan, yaitu lahan gambut dan lahan mineral, dengan pendekatan penanggulangan yang berbeda. Pendekatan yang berbeda ini merupakan usaha untuk mengatasi karhutla secara lebih efisien, dengan mempertimbangkan karakteristik masing-masing jenis lahan.
M Iqbal Alisyahbana, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, menjelaskan bahwa penanganan karhutla di lahan mineral yang tidak terlalu jauh dan dapat diakses melalui jalan biasanya dilakukan dengan mobil pemadam kebakaran. Metode pemadaman darat ini efektif dalam memadamkan api yang muncul di lahan mineral, yang seringkali terbuka dan dapat dijangkau dengan kendaraan.
Namun, pendekatan yang berbeda diperlukan untuk lahan gambut yang seringkali terletak di daerah yang sulit diakses. Iqbal menjelaskan, “Untuk api yang masih terbatas, metode water bombing dapat digunakan. Kalau untuk kasus yang lebih luas, penanganan darat menjadi pilihan utama, walaupun kendalanya sering terletak pada ketersediaan air.”
Pendekatan water bombing melibatkan penggunaan pesawat atau helikopter yang membawa beban air untuk memadamkan api di lahan gambut. Ini adalah metode yang efektif untuk mematikan titik api yang masih terbatas, terutama di daerah yang sulit dijangkau secara darat.





