Tawuran Antarpelajar Terjadi di Palembang, Satu Orang Tewas
Insiden tawuran di Kota Palembang yang merenggut nyawa Kusoi, seorang siswa, diakui oleh pihak berwenang sebagai hasil dari perilaku gadis yang dianggap “gabut” dan iseng oleh para pelaku. Dari 17 pelaku yang terlibat dalam tawuran tersebut, 5 di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka, masing-masing memiliki peran yang berbeda-beda dalam kejadian tragis ini.
Menurut Kapolrestabes Palembang, Kombes Harryo Sugihartono, “Mereka ini gabut, kemudian iseng dan saling ajak untuk tawuran sebagai bagian kesenangan bagi mereka.” Hal ini menggambarkan bahwa sebagian dari pelaku mungkin menganggap tawuran sebagai permainan atau bentuk hiburan tanpa mempertimbangkan konsekuensi serius yang bisa terjadi.
Dari kelompok tersangka, dua orang di antaranya menganiaya Kusoi hingga menyebabkan kematian tragisnya. Satu orang lainnya bertanggung jawab atas persiapan senjata, sedangkan seorang pelaku lain mengendarai sepeda motor untuk mengantar pelaku penganiaya. Sementara itu, seorang tersangka lagi membawa senjata tajam ke lokasi tawuran, yang semakin memperburuk situasi.
Namun, seiring dengan tindakan keras yang diambil oleh aparat kepolisian, 12 pelajar lainnya yang terlibat dalam tawuran tersebut saat ini berstatus sebagai saksi. Mereka akan dikirimkan ke panti sosial di Indralaya, Ogan Ilir (OI), guna mendapatkan pembinaan dan pendidikan yang dapat membantu mereka memahami konsekuensi dari tindakan mereka. Para orang tua yang hadir di Mapolrestabes Palembang tampak terpukul dan menangisi anak-anak mereka.




