Alaku

Sopir Ambulans Berikan Keterangan Soal Kecelakaan Maut di Bengkulu

Sopir Ambulans Berikan Keterangan Soal Kecelakaan Maut di Bengkulu – Foto Dok Tribun

Dalam peristiwa tragis kecelakaan ambulans di Bengkulu Tengah, salah satu korban yang meninggal dunia, Fatmawati, memiliki latar belakang medis yang rumit. Ia adalah seorang pasien yang menjalani cuci darah rutin untuk mengatasi kondisi kesehatannya yang melemah. Kondisi tersebut memaksa pihak puskesmas merujuknya ke rumah sakit di Kota Bengkulu untuk perawatan yang lebih intensif.

Kepala Dinas Kesehatan Lebong, Rachman, menjelaskan, “Pasien ini melakukan cuci darah rutin karena kondisinya lemah, maka dirujuk ke rumah sakit Kota Bengkulu.” Keputusan untuk merujuk Fatmawati ke rumah sakit merupakan langkah yang diambil demi memastikan bahwa pasien mendapatkan perawatan yang sesuai dengan kondisinya.

Awalnya, pihak Dinas Kesehatan menerima informasi bahwa korban tewas dalam kecelakaan berjumlah tiga orang. Namun, setelah dilakukan konfirmasi ulang, terungkap bahwa satu korban yang selamat adalah Dairabi. Dairabi, yang juga merupakan anggota keluarga Fatmawati, langsung dilarikan ke rumah sakit di Kota Bengkulu untuk perawatan medis lebih lanjut.

“Satu anak pasien yang juga mengalami luka di kepala sempat mengalami kondisi kritis, dan hari ini menjalani operasi di rumah sakit Kota Bengkulu,” tambah Rachman.

Dodi, sopir ambulans yang saat ini tengah diperiksa di Mapolres Bengkulu Tengah terkait kecelakaan ambulans yang mengakibatkan kematian dua penumpang dan luka serius bagi beberapa lainnya, mengaku bahwa dia adalah seorang sopir ambulans yang relatif baru dalam profesi tersebut. Bahkan, perjalanan kali ini adalah pertama kalinya bagi Dodi membawa pasien rujukan ke Kota Bengkulu.

1 2 3 4

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan