Skrining Mendadak di Spa Cumi-Cumi Mega Mall, 8 Terapis Negatif HIV

Bengkulu – Lonjakan kasus HIV/AIDS di Kota Bengkulu mendorong Dinas Kesehatan setempat menggelar skrining cepat di sejumlah lokasi usaha dan area publik, Jumat (13/2/26). Salah satu titik yang diperiksa adalah spa Cumi-cumi di Mega Mall, tempat delapan terapis wanita menjalani tes HIV secara langsung di lokasi.
Kegiatan tersebut dipimpin Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Nelli Hartati, didampingi Staf Ahli Wali Kota Eddy Apriyanto, Kasat Pol PP Sahat Marulitua Situmorang, serta perwakilan DPMPTSP. Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan tes cepat kepada seluruh terapis yang sedang berada di tempat usaha tersebut.
Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh terapis dinyatakan negatif HIV. “Kondisi semuanya yang sudah di skrining Alhamdulillah dalam kondisi sehat dan baik. Tidak ada yang terkena HIV,” sampai Nelli.
Ia menjelaskan, langkah skrining dilakukan menyusul peningkatan jumlah kasus di Kota Bengkulu. Pada Januari, dari sejumlah warga yang diperiksa, terdapat 10 orang terkonfirmasi HIV. Pada Februari bertambah tiga kasus baru. “Hasil skrining di bulan Januari dari beberapa orang yang sudah kita skrining, itu ada 10 orang yang dinyatakan HIV, bulan ini (Februari) bertambah 3 orang lagi. Total sampai hari ini sudah 1.213,” ungkapnya. Hingga kini total tercatat 1.213 orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
Secara bersamaan, petugas DPMPTSP memeriksa dokumen perizinan spa tersebut. Hasilnya, izin usaha pijat kesehatan dinyatakan legal dan masih aktif.
Usai dari Mega Mall, tim melanjutkan pemeriksaan ke lantai dua Pasar Minggu yang kini ditempati sejumlah gelandangan dan pengemis. Skrining juga dilakukan terhadap beberapa orang, termasuk seorang perempuan hamil. Seluruhnya dinyatakan negatif HIV/AIDS.
Kasat Pol PP Sahat Marulitua Situmorang menegaskan pendampingan tersebut merupakan bagian dari tugas pengawasan. “Kita mendampingi dan ingin meyakinkan bahwa aktivitas usaha sesuai dengan perizinannya. Yang kedua, kita juga menyesuaikan dengan informasi yang didapatkan terkait perkembangan dari data warga yang terpapar HIV yang angkanya sangat tinggi dan perlu diberikan perhatian khusus,” jelas Sahat.
Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menjaga anggota keluarga dari risiko penularan. “Oleh karena itu tugas pemerintah hari ini baik Satpol PP, Dinkes, mencoba memberikan rambu-rambu pembatasan dengan melakukan pengawasan-pengawasan dari tempat-tempat usaha yang ada di Kota Bengkulu,” kata Sahat.






