Sejarah Tahun Baru Islam: Memahami Hijrah dan Maknanya
Setelah menerima wahyu dari Allah, Nabi Muhammad SAW memutuskan untuk hijrah ke Madinah, yang saat itu dikenal sebagai Yatsrib. Kota ini menawarkan perlindungan dan dukungan bagi kaum Muslim. Hijrah ini dilakukan secara diam-diam dan bertahap, melibatkan perencanaan matang untuk menghindari pengejaran oleh kaum Quraisy. Nabi Muhammad SAW dan sahabatnya Abu Bakar As-Siddiq memimpin perjalanan ini, menempuh jalur yang sulit dan berliku untuk sampai ke Madinah dengan selamat.
Dampak Hijrah sangat signifikan bagi komunitas Muslim. Di Madinah, Nabi Muhammad SAW mendirikan masyarakat Islam pertama yang berdasarkan prinsip keadilan, persaudaraan, dan kesetaraan. Piagam Madinah, yang disusun oleh Nabi Muhammad SAW, menjadi dasar hukum dan tata kelola masyarakat baru ini, menciptakan kedamaian dan kerukunan antarkelompok yang beragam.
Hijrah juga menandai awal penyebaran Islam lebih luas. Dengan mendirikan basis yang kuat di Madinah, Nabi Muhammad SAW dan para pengikutnya dapat menyebarkan ajaran Islam ke berbagai penjuru Semenanjung Arab dan seterusnya. Oleh karena itu, 1 Muharam dan Tahun Baru Islam tidak hanya memperingati perpindahan fisik tetapi juga kelahiran umat yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Proses Penetapan Kalender Hijriyah
Penetapan kalender Hijriyah merupakan sebuah langkah monumental dalam sejarah Islam yang terjadi pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab. Kalender ini tidak hanya menjadi sistem penanggalan resmi umat Islam, tetapi juga simbol penting dari peristiwa Hijrah, yakni perpindahan Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi.




