Bengkulu – Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu tradisi keagamaan yang hingga kini terus diperingati umat Islam di berbagai penjuru dunia. Maulid berasal dari kata Arab maulid yang berarti “kelahiran”. Perayaan ini merujuk pada hari lahir Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriah. Namun, sejarah panjang perayaan Maulid Nabi memiliki corak yang berbeda-beda di setiap masa dan wilayah.
Dalam catatan sejarah, Maulid Nabi mulai diperingati secara resmi pada abad ke-12 M di era Dinasti Fathimiyah di Mesir. Pemerintah pada waktu itu menjadikan momentum kelahiran Nabi sebagai ajang kebersamaan masyarakat melalui pembacaan doa, syair pujian, serta penyediaan makanan untuk rakyat. Seiring waktu, tradisi tersebut berkembang dan diadopsi oleh berbagai kerajaan Islam lain dengan bentuk perayaan yang beragam.
Di dunia Islam bagian Timur, seperti Turki Utsmani, Maulid Nabi diperingati dengan prosesi khidmat di masjid-masjid besar. Para ulama dan sastrawan menulis kitab-kitab berisi kisah hidup Nabi serta syair yang dibacakan pada malam Maulid. Salah satu karya terkenal adalah Barzanji, kumpulan doa dan pujian yang hingga kini masih dilantunkan dalam berbagai peringatan Maulid di Nusantara.














