Alaku

Program Gerakan Peduli Yatim (GPY) Diikuti Inspektorat Provinsi Bengkulu, Lima Siswa SMAN 1 Bengkulu Tengah Jadi Anak Asuh

Program Gerakan Peduli Yatim (GPY) Diikuti Inspektorat Provinsi Bengkulu, Lima Siswa SMAN 1 Bengkulu Tengah Jadi Anak Asuh (Foto: Andreas Putra/repoeblik.com)

Selain itu, anak-anak yatim jenjang SMP ke bawah hingga bayi yang baru lahir akan menjadi tanggung jawab pengangkatan oleh bupati, wali kota, dan pejabat setempat. “Di Kota Bengkulu sendiri terdapat sekitar 1.200 anak yatim, dan rata-rata jumlahnya di tiap kabupaten pun serupa. Secara keseluruhan, ada sekitar 110 ribu anak yatim yang akan kita data dan seluruhnya wajib diangkat oleh pejabat provinsi, kabupaten, dan kota,” jelas Helmi.

Namun demikian, Helmi menegaskan bahwa program ini bersifat ajakan moral, bukan paksaan. “Kalau ada pejabat yang tidak mau mengangkat anak yatim, tidak apa-apa, tidak dipaksa. Tapi ada staf yang ingin menjadi pejabat justru mau mengangkat anak yatim,” pungkasnya.

1 2

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan