Prabowo Perluas Program Layar Pintar di Sekolah, Tambahan 700 Ribu Panel Ditarget Rampung Akhir 2026

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mempercepat digitalisasi pendidikan dengan menargetkan distribusi tambahan sekitar 700 ribu layar pintar (interactive flat panel) ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia hingga akhir 2026 atau semester pertama 2027. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan berkualitas, termasuk bagi sekolah di daerah terpencil.
Komitmen tersebut disampaikan Presiden saat memberikan taklimat dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7). Menurut Prabowo, digitalisasi menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kesenjangan pendidikan di Indonesia yang memiliki lebih dari 288 ribu sekolah yang tersebar di berbagai wilayah.
“Kita paham bahwa pendidikan kita banyak ketertinggalan, negara kita sangat besar, luas. Kita memiliki lebih dari 288 ribu sekolah, banyak di tempat terpencil, salah satu upaya kita adalah digitalisasi pendidikan,” ujar Presiden.
Prabowo menjelaskan pemerintah telah mendistribusikan satu unit layar pintar ke setiap sekolah pada tahun lalu. Tahun ini, pemerintah akan menambah tiga unit lagi di setiap sekolah sehingga pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar semakin optimal.
Selain memperluas digitalisasi pembelajaran, pemerintah juga terus mempercepat perbaikan infrastruktur pendidikan. Presiden menyebut sebanyak 77 ribu sekolah ditargetkan selesai direnovasi pada tahun ini, kemudian meningkat menjadi 100 ribu sekolah pada 2027 dan kembali 100 ribu sekolah pada 2028. Pemerintah berharap seluruh sekolah di Indonesia telah direnovasi pada 2029.
Presiden juga mengungkapkan bahwa langkah digitalisasi pendidikan Indonesia telah mendapat pengakuan internasional. Indonesia menerima penghargaan tertinggi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui International Telecommunication Union (ITU) pada kategori e-government dan digitalisasi pendidikan.
“Penghargaan dari PBB ini membuktikan digitalisasi pendidikan kita diakui dunia. Kita melompat. Kita tidak cepat puas, perjalanan masih jauh, tapi kita ingin memperbaiki semua sekolah kita,” katanya.
Menurut Prabowo, program digitalisasi pendidikan turut diperkuat melalui aplikasi Rumah Pendidikan yang terintegrasi dengan layar pintar di sekolah. Platform tersebut telah dimanfaatkan lebih dari 6,9 juta pengguna dan menyediakan 4.843 sumber belajar gratis, sekaligus mendukung ratusan ribu guru di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga menegaskan transformasi digital menjadi agenda besar pemerintah, tidak hanya di sektor pendidikan tetapi juga pelayanan publik. Pemerintah terus mendorong integrasi sistem digital agar layanan kepada masyarakat menjadi lebih cepat, mudah, efisien, dan tepat sasaran.
Melalui percepatan digitalisasi pendidikan yang dibarengi pemerataan infrastruktur sekolah, pemerintah berharap seluruh anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama memperoleh layanan pendidikan berkualitas sebagai fondasi untuk meningkatkan daya saing bangsa.






