Impor Pickup India Dipantau KPK, Pengadaan KDMP Masih Dinilai Berisiko

Jakarta – impor pickup India untuk kebutuhan operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) kini masuk radar pengawasan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga antirasuah tersebut menilai proses pengadaan ratusan ribu kendaraan niaga itu masih mengandung potensi risiko sehingga perlu dicermati sejak awal.
Dikutip dari detik, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Setyo Budiyanto, mengatakan KPK saat ini masih mengamati impor pickup India yang dilakukan untuk kendaraan operasional KDMP. Menurutnya, pengawasan dilakukan karena tahapan pengadaan tersebut masih berada pada level potensi.
“Ya, kami sifatnya melihat, selama itu masih sifatnya potensi,”
Setyo menjelaskan, KPK melakukan pemantauan melalui asesmen risiko korupsi atau risk corruption assessment (RCA) sebagai bagian dari upaya pencegahan. Dalam konteks ini, KPK juga memperhatikan langkah lanjutan yang akan diambil oleh PT Agrinas Pangan Nusantara maupun pemerintah, terutama setelah adanya saran dari pimpinan DPR RI agar rencana pengadaan tersebut ditunda.
“Saya kira, mereka, pemerintah, sudah tahu apa yang terbaik untuk menjaga agar program strategis ini bisa berjalan dengan baik, berguna, dan bermanfaat untuk seluruh masyarakat,”
Sebagaimana diketahui, Agrinas berencana mengimpor 105 ribu unit kendaraan niaga dari India untuk mendukung operasional KDMP. Rencana impor pickup India tersebut mencakup mobil produksi Mahindra dan Tata Motors dengan nilai kontrak mencapai Rp 24,66 triliun.
Dalam kontrak tersebut, Mahindra memasok 35 ribu unit Scorpio Pick Up. Sementara itu, Tata Motors menyediakan 70 ribu unit kendaraan lain yang terdiri dari 35 ribu unit Yodha Pick-Up dan 35 ribu unit Ultra T.7 Light Truck.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad sebelumnya meminta agar rencana impor tersebut ditunda. Pertimbangannya, Presiden Prabowo Subianto masih berada di luar negeri sehingga diperlukan pembahasan lanjutan setelah kepala negara kembali ke Tanah Air.
“Jadi rencana untuk impor 105 ribu mobil pikap dari India, saya sudah menyampaikan pesan kepada pemerintah untuk rencana tersebut ditunda dulu, mengingat Presiden masih di luar negeri,”
Dasco menambahkan bahwa Presiden akan membahas secara detail rencana tersebut, termasuk kesiapan industri dalam negeri untuk mendukung kebutuhan kendaraan operasional koperasi.
“Tentunya Presiden pada saat pulang akan membahas detail-detail mengenai impor tersebut. Dan tentunya juga presiden akan meminta pendapat dan mengkalkulasi kesiapan dari perusahaan dalam negeri,”
“Nah sehingga kami sudah menyampaikan pesan untuk ditunda dulu,”
Meski demikian, sebagian kendaraan hasil impor pickup India dilaporkan telah tiba di Indonesia. Berdasarkan informasi yang diterima redaksi detikcom, sejumlah unit Mahindra Scorpio Pick Up sudah berada di Pelabuhan Tanjung Priok. Hingga akhir bulan, diperkirakan sekitar 1.000 unit akan masuk dan sementara disimpan di Kodim sambil menunggu kesiapan koperasi penerima.






