Poliklinik Jantung RSHD Bengkulu Dihentikan Sementara, Cath Lab Ditargetkan Beroperasi 2027

Bengkulu – Layanan Poliklinik Jantung Rumah Sakit Harapan dan Doa (RSHD) Kota Bengkulu dihentikan sementara karena satu-satunya dokter spesialis jantung di rumah sakit tersebut tengah mengikuti pelatihan kateterisasi jantung (cath lab) di Palembang. Kebijakan ini diambil untuk meningkatkan kompetensi dokter sekaligus mempersiapkan layanan jantung yang lebih lengkap di RSHD.
Direktur Utama RSHD Kota Bengkulu, dr. Lista Cherlyviera, mengatakan penghentian pelayanan tersebut tidak bersifat permanen. Dokter spesialis jantung yang selama ini menangani pasien sedang menjalani program fellowship kateterisasi jantung.
“Penghentian layanan ini bersifat sementara karena dokter spesialis jantung kita sedang mengikuti program fellowship kateterisasi jantung di Palembang,” ujar Lista, Sabtu (8/8/26).
Selama masa pelatihan berlangsung, manajemen rumah sakit menyiapkan mekanisme agar pasien tetap mendapatkan pelayanan. Pasien jantung umum akan dialihkan untuk ditangani dokter spesialis penyakit dalam.
Sementara itu, pasien dengan kondisi khusus atau membutuhkan penanganan darurat dari dokter spesialis jantung akan langsung dirujuk ke rumah sakit mitra yang memiliki dokter spesialis jantung siaga. Skema tersebut disiapkan untuk mengantisipasi kekosongan layanan selama masa pelatihan.
Menurut Lista, program pelatihan tersebut menjadi bagian dari persiapan RSHD untuk meningkatkan kapasitas pelayanan jantung. Setelah menyelesaikan pelatihan, dokter spesialis diharapkan memiliki kompetensi yang mendukung pengembangan layanan kateterisasi jantung di rumah sakit tersebut.
“Pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dokter, sehingga nantinya RSHD dapat memberikan layanan jantung yang lebih lengkap bagi masyarakat,” katanya.
Di sisi lain, persiapan fasilitas pendukung cath lab di RSHD terus dilakukan. Gedung khusus untuk menunjang layanan tersebut telah selesai dibangun, sedangkan peralatan medis cath lab yang merupakan hibah dari Kementerian Kesehatan dijadwalkan tiba pada Agustus 2026.
Dengan demikian, RSHD kini menunggu dua tahapan penting, yakni penyelesaian pelatihan dokter spesialis jantung dan proses perizinan operasional. Manajemen rumah sakit menargetkan layanan jantung komprehensif beserta fasilitas cath lab dapat mulai beroperasi penuh pada 2027.
Pengembangan layanan tersebut diharapkan menjadi langkah RSHD dalam memperluas kemampuan penanganan penyakit jantung bagi masyarakat Kota Bengkulu.






