Rejang Lebong – Pelaksana Tugas (PLT) Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri, dipastikan akan menghadiri sekaligus membuka Musyawarah Besar Masyarakat Adat Lembak yang akan digelar pada Senin, 15 Juni 2026, di Gedung Yayasan Rijiyah Qasim, Kelurahan Pasar Padang Ulak Tanding, Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong.
Kepastian kehadiran orang nomor satu di Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong tersebut disampaikan Ketua Panitia Musyawarah Besar Masyarakat Adat Lembak, Ishak Burmansah atau yang akrab disapa Bur Adam, Rabu (10/6/2026).
Menurut Bur Adam, panitia telah menerima konfirmasi bahwa agenda tersebut masuk dalam jadwal resmi protokoler Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong. Dengan demikian, pembukaan kegiatan akan dilakukan langsung oleh PLT Bupati Rejang Lebong.
“Kami sudah mendapatkan konfirmasi bahwa PLT Bupati akan hadir. Agenda musyawarah ini juga telah masuk dalam jadwal protokoler Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong,” ujar Bur Adam.
Ia menjelaskan, Musyawarah Besar Masyarakat Adat Lembak menjadi forum penting untuk mempertemukan tokoh adat, tokoh masyarakat, serta warga Lembak dalam membahas berbagai isu dan arah pengembangan masyarakat adat ke depan.
Untuk mendukung suksesnya kegiatan tersebut, panitia telah mendistribusikan sekitar 500 undangan kepada berbagai unsur masyarakat adat Lembak yang berada di Kabupaten Rejang Lebong maupun Kota Lubuk Linggau.
“Undangan telah kami sampaikan kepada berbagai elemen masyarakat. Kami berharap seluruh tokoh adat dan masyarakat dapat hadir untuk bersama-sama menyukseskan musyawarah besar ini,” katanya.
Selain menjadi ajang silaturahmi dan konsolidasi masyarakat adat, forum tersebut juga diharapkan menjadi ruang penyampaian aspirasi kepada pemerintah daerah. Berbagai masukan dan usulan dari peserta nantinya akan menjadi bagian penting dalam pembahasan selama musyawarah berlangsung.
Bur Adam mengatakan, peserta akan mendapatkan arahan langsung dari pemerintah daerah terkait keberadaan dan penguatan peran masyarakat adat Lembak. Menurutnya, komunikasi yang baik antara masyarakat adat dan pemerintah menjadi langkah penting dalam mendorong kemajuan bersama.
“Kami ingin mendengar langsung berbagai usulan dan masukan dari masyarakat yang selama ini menjadi perhatian bersama, sehingga dapat dirumuskan langkah-langkah yang bermanfaat bagi masyarakat adat Lembak,” jelasnya.
Menjelang pelaksanaan kegiatan, panitia mengajak seluruh tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, serta warga Lembak untuk hadir dan berpartisipasi aktif dalam Musyawarah Besar Masyarakat Adat Lembak sebagai upaya memperkuat persatuan serta mendorong kemajuan masyarakat adat di masa mendatang.
“Kami mengundang seluruh masyarakat untuk hadir dan berpartisipasi aktif dalam musyawarah besar ini demi kemajuan dan persatuan masyarakat adat Lembak,” pungkasnya.





