Apresiasi juga datang dari Anggota Komisi VII DPR RI Dapil Bengkulu, Erna Sari Dewi, yang menilai turnamen ini bukan hanya soal prestasi, tetapi juga memberi ruang tumbuh bagi UMKM lokal.
“Saya sangat mengapresiasi turnamen ini karena selain olahraga, di sekitar lapangan terlihat geliat UMKM yang ikut bergerak,” ucapnya.
Adapun aturan penilaian turnamen, pemain amatir yang pernah tampil di Kejurnas, PON, atau event nasional tetap diperbolehkan bermain. Namun, skor mereka tidak dihitung dalam penentuan juara. Pemenang akan ditentukan dari poin tertinggi 18 hole, menjadikan persaingan semakin sengit hingga akhir.
Kajati Bengkulu Cup 2025 menjadi panggung pembuktian bagi para pegolf, ajang kebersamaan antar lembaga, sekaligus bukti bahwa Bengkulu mampu menghadirkan event olahraga bergengsi yang menyatukan prestasi dan ekonomi rakyat.














