Bengkulu – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bengkulu pada Minggu (8/3) sore menggelar rapat pimpinan (Rapim) dalam rangka membahas persiapan pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang rencananya digelar setelah Lebaran Idul Fitri. Setelah Rapim, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama seluruh jajaran pimpinan.
Ketua MUI Provinsi Bengkulu, Prof. Dr. KH. Zulkarnain Dali, M.Pd, dalam kesempatan tersebut menyampaikan sejumlah isu penting yang perlu dibahas dalam Rakerda mendatang. Beberapa di antaranya seperti pelaksanaan program MBG (Makan Bergizi Gratis), persoalan zakat, serta berbagai isu lain yang berkaitan dengan fungsi dan peran Majelis Ulama.
“Sekarang di era AI (Artificial Intelligence), semua bisa direkayasa. Pidato-pidato kita bisa dipotong-potong sehingga terekspos seolah di luar konteks dan ditafsirkan berbeda oleh masyarakat. Contohnya soal zakat. Itu sudah ada klarifikasi dari Menteri Agama bahwa zakat itu wajib bagi umat Islam,” kata Zulkarnain didampingi Sekretaris MUI Drs. H. Zul Effendi, M.Pd.
Turut hadir Wakil Ketua Umum MUI, Prof. Dr. H. Achmad Aminuddin, M.Si dan Prof. Dr. H. Suwarjin, M.Ag. Hadir pula jajaran ketua, di antaranya Dr. Hj. Fatimah Yunus, MA, serta para sekretaris seperti Dr. H. Abdul Qohar Ismail, MHI dan Dr. Ahmad Wallid, serta Bendahara Umum Dr. Sri Ihsan.
Selain itu, hadir pula para ketua komisi, antara lain Prof. Dr. H. Supardi Mursalin, M.Ag (Komisi Fatwa), H. Shafwan Ibrahim, SH (Komisi Hukum), Dr. H. Sirman Dahwal, SH., M.H (Komisi Hukum), Dr. H. Rozian Karnedi, M.Ag (Komisi Dakwah), Dr. Zacky Antony, SH., MH (Komisi Informasi dan Komunikasi), Dr. Wira Hadi Kusuma, M.Si (Komisi Ukhuwah Islamiyah), Dr. Pasmah Candra, M.Pd.I (Komisi Kerukunan Antar Umat Beragama), serta Prof. Dr. Suryani, M.Ag (Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pengembangan).
Dalam kesempatan itu, Zulkarnain Dali juga meminta seluruh jajaran komisi agar dapat menjalankan program kerja secara aktif sehingga kiprah MUI dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Keaktifan pengurus menjadi penting agar roda organisasi dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum MUI Bengkulu Prof. Dr. H. Achmad Aminuddin, M.Si menyampaikan isu lain yang juga perlu disikapi MUI, yakni terkait keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP). Sejumlah pihak, termasuk MUI Pusat, mengkritisi keterlibatan Indonesia dalam forum tersebut yang dinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Namun faktanya, menurut dia, Amerika Serikat dan Israel justru dinilai tidak menciptakan perdamaian, tetapi menyerang negara berdaulat seperti Iran.
Rapim berlangsung lancar dan diwarnai dengan brainstorming atau tukar pikiran sesama pengurus. Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama. (*)







