Pemprov Bengkulu Tinggikan Jalan Rawa Makmur Satu Meter untuk Atasi Banjir Tahunan

Bengkulu – Pemerintah Provinsi Bengkulu memastikan Jalan Rawa Makmur akan ditinggikan sekitar satu meter sebagai upaya mengatasi banjir yang selama ini kerap memutus akses utama masyarakat. Proyek tersebut mulai dipersiapkan dan ditargetkan memasuki tahap pekerjaan fisik setelah proses sosialisasi serta tender rampung.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso, mengatakan tahapan awal pembangunan telah berjalan dengan dimulainya lelang jasa pengawasan. Selama Juli 2026, pemerintah akan memfokuskan kegiatan pada sosialisasi kepada warga yang terdampak.
“Alhamdulillah kami sudah melelang pengawasan untuk pembangunan Jalan Rawa Makmur. Programnya kita rencana akan meninggikan sekitar satu meter karena memang itu akses utama dan harus dibangun. Selama ini banjir, kita nggak bisa dilalui, keluar pun susah,” ujar Tejo, Rabu (1/7/2026).
Menurutnya, ruas jalan yang akan ditinggikan memiliki panjang sekitar 400 meter. Selain peninggian badan jalan, pemerintah juga merencanakan pelebaran ruas mulai dari Jembatan Rawa Makmur hingga Simpang Unib Belakang untuk meningkatkan kapasitas lalu lintas di kawasan tersebut.
Di sisi lain, Tejo mengakui proyek itu akan berdampak terhadap bangunan usaha yang berada di sepanjang jalan. Karena itu, pemerintah memilih mendahulukan dialog dengan masyarakat agar pelaksanaan pembangunan dapat berjalan tanpa mengabaikan kepentingan warga.
“Jangan sampai nanti ketika akan dibangun, masyarakat belum tahu bahwa jalan akan ditinggikan karena pasti berdampak terhadap ruko-ruko di kanan-kiri sepanjang jalan itu,” katanya.
Sebagai bagian dari penanganan banjir, Dinas PUPR juga menyiapkan pembangunan sistem drainase baru dengan kedalaman sekitar 1,5 hingga 2 meter. Saluran tersebut dirancang agar aliran air dapat langsung mengalir ke sungai sehingga genangan saat hujan deras dapat diminimalkan.
“Kita berpikir bertahan sampai dengan 10 sampai 20 tahun ke depan. Untuk drainasenya kita rencanakan berkedalaman sekitar 1,5 meter sampai 2 meter sehingga ketika banjir aliran tidak tersumbat dan langsung ke sungai,” jelas Tejo.
Ia menambahkan, sosialisasi akan melibatkan warga bersama perangkat lingkungan, mulai dari ketua RT, lurah hingga camat. Setelah tahapan itu selesai, tender pekerjaan ditargetkan berlangsung pada akhir Juli, sedangkan kontrak proyek dijadwalkan mulai berjalan pada awal Agustus 2026.
“Pembangunan ini harus tetap memperhatikan kepentingan masyarakat. Karena itu kami ingin mendengar masukan warga sebelum pekerjaan dimulai,” tutupnya.






