Dedy Wahyudi Dorong Pemilahan Sampah dari Rumah, Tekan Beban TPA dan Perkuat Bank Sampah

Bengkulu – Pemerintah Kota Bengkulu menegaskan pentingnya perubahan pola kelola sampah dari sumbernya sebagai langkah strategis mengatasi persoalan penumpukan limbah di tempat pemrosesan akhir. Upaya ini ditekankan Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi dengan mengajak masyarakat mulai memilah sampah sejak dari rumah tangga sebagai solusi jangka panjang menjaga kebersihan kota.
Dedy menilai pemilahan sederhana antara sampah organik dan anorganik memiliki dampak besar terhadap pengurangan volume sampah. Sampah organik yang dikelola mandiri menjadi kompos dinilai mampu memangkas jumlah limbah rumah tangga secara signifikan sebelum berakhir di TPA.
“Saya mengajak seluruh warga Kota Bengkulu untuk mulai peduli dan memilah sampah dari rumah. Pemilahan sampah organik untuk dijadikan kompos terbukti dapat memangkas volume sampah hingga lebih dari 50 persen,” ujar Dedy Wahyudi saat memberikan keterangan kepada media, Rabu (28/1/26).
Ia menegaskan imbauan tersebut bukan sekadar wacana. Menurut Dedy, praktik pemilahan sampah telah ia terapkan langsung di lingkungan rumah pribadinya dan menunjukkan hasil yang nyata dalam menekan produksi sampah harian.
“Saya sudah mempraktikkan di rumah pribadi. Dari yang biasanya menghasilkan dua kantong sampah sehari, sekarang hanya tersisa setengah kantong saja. Ini membuktikan bahwa pemilahan itu nyata manfaatnya,” tuturnya.
Lebih lanjut, Dedy menjelaskan bahwa gerakan memilah sampah dari hulu menjadi kunci utama untuk memperpanjang usia pakai Tempat Pemrosesan Akhir Air Sebakul. Seiring pertumbuhan penduduk dan meningkatnya volume sampah, langkah preventif dinilai jauh lebih efektif dibanding hanya mengandalkan pengelolaan di hilir.
“Jika masyarakat bergerak bersama-sama memilah sampah, beban di TPA akan berkurang drastis. Kita tidak bisa hanya mengandalkan petugas kebersihan, tapi kesadaran kolektif adalah kunci utama kebersihan kota kita,” tambah Dedy.
Sejalan dengan itu, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bengkulu terus mendorong partisipasi warga untuk bergabung sebagai nasabah Bank Sampah. Program ini diposisikan tidak hanya sebagai solusi pengelolaan limbah domestik, tetapi juga sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kota Bengkulu, Alias Sakbadi, menyampaikan bahwa Bank Sampah merupakan sistem manajemen lingkungan yang berdampak langsung terhadap pengurangan beban TPA sekaligus memberikan nilai tambah bagi warga.
“Bank sampah adalah langkah nyata kita untuk mengurangi beban TPA yang kian penuh. Dengan memilah sampah dari rumah, masyarakat tidak hanya membantu lingkungan, tetapi juga bisa menghasilkan pendapatan tambahan dari penjualan sampah yang dapat didaur ulang,” ujar Alias.
Melalui Bank Sampah, sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan logam dapat ditukar dengan uang atau kebutuhan pokok. Selain mengurangi penumpukan sampah di lingkungan sekitar, program ini juga berkontribusi mencegah banjir akibat saluran air tersumbat serta menanamkan kedisiplinan memilah sampah sejak dini di lingkungan keluarga.
Mekanisme menjadi nasabah dinilai mudah. Warga cukup memilah sampah kering dari rumah, lalu menyerahkannya ke unit Bank Sampah terdekat untuk ditimbang dan dicatat nilainya dalam buku tabungan. DLH menegaskan komitmennya memperluas jangkauan unit Bank Sampah agar semakin mudah diakses masyarakat.
“Mari kita ubah pola pikir. Sampah bukan lagi masalah, melainkan berkah jika dikelola dengan benar. Ayo menabung di Bank Sampah sekarang juga,” tegasnya.






