Alaku

Pemkot Bengkulu Siapkan Lapangan Olahraga di Seluruh Kelurahan, Fokus Cetak Atlet Muda

Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama Wakil Walikota Ronny PL Tobing melakukan peletakan batu pertama pembangunan Taman Tabot yang berlokasi di belakang Benteng Marlborough, Kota Bengkulu, Kamis (09/10/25).(foto: Ardiyanto/repoeblik.com)

BengkuluPemerintah Kota Bengkulu menyiapkan program pembangunan fasilitas olahraga di setiap kelurahan dan kecamatan sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat pembinaan atlet usia muda. Program tersebut direncanakan masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bengkulu Tahun Anggaran 2027.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bengkulu, Eka Saputra, mengatakan saat ini pemerintah masih berada pada tahap awal pemetaan kebutuhan sebelum pembangunan dilaksanakan. Survei lapangan akan dilakukan untuk menentukan lokasi yang paling tepat dan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Sebagai langkah awal, kami akan melakukan survei ke setiap kelurahan dan kecamatan. Hasil survei ini akan menjadi dasar dalam menentukan lokasi pembangunan fasilitas olahraga yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” ujar Eka, Selasa (28/7/2026).

Menurutnya, data hasil survei akan dianalisis sebagai dasar penyusunan rencana anggaran biaya sebelum diajukan dalam pembahasan APBD Tahun Anggaran 2027.

“Hasil survei nantinya akan kami jadikan dasar penyusunan anggaran. Rencananya pembangunan fasilitas olahraga ini akan diusulkan pada anggaran Tahun 2027,” katanya.

Dalam tahap perencanaan, Dispora memprioritaskan pembangunan lapangan untuk tiga cabang olahraga, yakni bulu tangkis, bola voli, dan sepak bola. Ketiganya dipilih karena memiliki jumlah peminat yang tinggi serta dapat dimanfaatkan oleh berbagai kelompok usia.

“Rencana kami membangun lapangan bulu tangkis, voli, dan sepak bola. Harapannya masyarakat di setiap wilayah memiliki akses yang lebih mudah untuk berolahraga tanpa harus pergi jauh dari lingkungan tempat tinggalnya,” jelas Eka.

Pemkot Bengkulu menilai keberadaan fasilitas olahraga yang tersebar hingga tingkat kelurahan tidak hanya mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat, tetapi juga menjadi ruang pembinaan bagi generasi muda yang memiliki potensi di bidang olahraga.

Melalui pemerataan sarana tersebut, pemerintah berharap proses pencarian dan pembinaan atlet dapat dilakukan sejak dini sehingga mampu melahirkan talenta olahraga yang siap bersaing pada tingkat regional maupun nasional, sekaligus memperluas budaya olahraga di tengah masyarakat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan