Pemilihan Presiden Makin Dekat, Muncul 2 Nama Pendamping Prabowo
Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 semakin mendekati, dan spekulasi tentang siapa yang akan mendampingi calon presiden Prabowo Subianto mulai mengerucut ke dua nama potensial. Menurut Adi Prayitno, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI), dua nama tersebut adalah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Adi Prayitno mengungkapkan bahwa spekulasi tentang Erick Thohir sebagai cawapres Prabowo telah beredar lama. Ada beberapa alasan yang membuatnya menjadi kandidat yang kuat dalam duet Pilpres 2024 ini. “Pertama, karena faktor elektabilitas. Kedua, karena Erick katanya dinilai dapat kode halus dari istana. Bahkan dalam beberapa kesempatan, kedekatan Prabowo dan Erick, bersama dengan Presiden Joko Widodo, dikaitkan dengan restu Jokowi terhadap duet keduanya,” kata Adi dalam konferensi pers yang diadakan pada Jumat, 29 September 2023 seperti dilangsir detiknews.
Erick Thohir, yang saat ini menjabat sebagai Menteri BUMN, telah terlibat dalam berbagai upaya pemerintah untuk mengembangkan sektor ekonomi dan bisnis di Indonesia. Keberhasilannya dalam mengelola BUMN dan hubungannya yang dekat dengan Presiden Jokowi membuatnya menjadi figur yang menonjol dalam dunia politik dan bisnis Indonesia. Kemungkinan duetnya dengan Prabowo Subianto di Pilpres 2024 dianggap memiliki daya tarik kuat, terutama dalam meraih dukungan dari berbagai segmen masyarakat.
Selain Erick Thohir, nama lain yang muncul sebagai calon cawapres Prabowo adalah Khofifah Indar Parawansa, yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur. Khofifah adalah sosok yang memiliki pengalaman dalam pemerintahan dan memiliki basis dukungan yang kuat di Jawa Timur, salah satu provinsi terbesar di Indonesia. Kehadirannya dalam duet Pilpres 2024 dianggap dapat memperkuat posisi Prabowo di wilayah tersebut.
Spekulasi tentang siapa yang akan menjadi pasangan Prabowo Subianto dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 terus berkembang. Salah satu nama yang mencuat adalah Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Adi Prayitno, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI), mengungkapkan pandangannya tentang peluang duet Prabowo-Khofifah, dan menganggap bahwa Khofifah bisa menjadi jawaban atas kelemahan Prabowo dalam dua edisi Pilpres sebelumnya.
“Khofifah adalah jawaban terhadap kelemahan Prabowo selama ini yang kalah dalam dua edisi Pilpres sebelumnya. Pada Pilpres 2014 dan 2019, Prabowo mengalami kelemahan di Tengah-Tengah dan kalangan Nahdlatul Ulama (NU). Untuk mengatasi semua itu, Khofifah mungkin menjadi jawabannya,” ujar Adi.
Dalam pemilihan presiden sebelumnya, Prabowo Subianto memang menghadapi kendala dalam meraih dukungan dari beberapa kelompok pemilih, terutama di Jawa Timur dan kalangan NU. Khofifah Indar Parawansa, dengan pengalaman dan popularitasnya di Jawa Timur, dapat membantu memperkuat posisi Prabowo di wilayah tersebut. Selain itu, kehadiran Khofifah juga dianggap dapat memperluas basis dukungan untuk Prabowo di kalangan NU.
Adi Prayitno juga membahas mengenai Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, yang telah memberikan dukungan terhadap Prabowo Subianto untuk Pilpres 2024. Namun, belum ada kejelasan apakah Airlangga akan menjadi cawapres Prabowo atau tidak.
“Secara logika sederhana, mestinya Partai Golkar akan hengkang dari koalisi pendukung Prabowo jika Airlangga tidak menjadi cawapres,” jelas Adi. Namun, ia menekankan bahwa hanya “kekuatan besar” yang dapat membuat Partai Golkar tetap berada di koalisi Prabowo meskipun Airlangga tidak terpilih sebagai cawapres.
alam sebuah pertemuan silaturahmi dengan sejumlah ulama, gus, dan kiai dari Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur, Prabowo Subianto, calon presiden potensial dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, mengungkapkan pembahasan mengenai dua nama calon wakil presiden yang paling kuat untuk mendampinginya dalam pertarungan politik mendatang.
Muhammad Abdurrahman Kautsar, yang akrab dipanggil Gus Kautsar, mengungkapkan bahwa dalam pertemuan tersebut Prabowo Subianto memang membahas calon wakil presiden potensial, namun tidak secara spesifik menyebutkan nama-nama tersebut. “Yang beliau (Prabowo) sebutkan cuma ada mengerucut tinggal dua nama kayaknya. Tapi tidak spesifik disebutkan (oleh Prabowo) namanya,” kata Gus Kautsar setelah silaturahmi dengan Prabowo di Hotel Shangri-la Surabaya, seperti dilansir oleh detikJatim pada Kamis, 28 September.
Meskipun awak media mengaitkan salah satu dari dua nama tersebut dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Gus Kautsar menegaskan bahwa Prabowo tidak secara eksplisit menyebutkan nama-nama calon wakil presiden yang dibahas. Namun, dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyatakan bahwa salah satu kandidat cawapres yang dipertimbangkan adalah Khofifah Indar Parawansa. Tetapi, penunjukan Khofifah masih menunggu restu dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).
“Ya beliau (Prabowo) menjelaskan salah satu nama dari beberapa calon wakil presiden yang akan beliau ajak adalah itu (Khofifah), tapi pasti akan menunggu restu dari Pak Jokowi dan para kiai nanti,” ungkap Gus Kautsar.
Pertemuan ini mencerminkan pentingnya dukungan dan persetujuan dari berbagai pihak, termasuk Presiden Jokowi dan tokoh-tokoh ulama, dalam pembentukan duet calon presiden dan calon wakil presiden untuk Pilpres 2024. Keputusan Prabowo dalam memilih cawapres akan terus menjadi perbincangan hangat dalam politik Indonesia mendatang.






