Alaku

Pemerintah Provinsi Bengkulu Dukung Pelestarian Hutan

Pemerintah Provinsi Bengkulu Dukung Pelestarian Hutan – Foto Dok Berita Rafllesia

Kerja sama ini akan memastikan bahwa kelompok perempuan yang telah berperan aktif dalam pelestarian hutan Bengkulu dapat menerima dukungan penuh dalam berbagai aspek. Dukungan modal akan membantu mereka untuk mengelola hutan secara berkelanjutan, tanpa merusak lingkungan. Peningkatan kualitas SDM akan memungkinkan mereka untuk mengelola hutan dengan lebih efisien dan berkelanjutan. Sementara itu, pemasaran produk-produk dari kelompok perempuan ini akan memastikan produk-produk mereka dapat dikenal dan dijual dengan baik, menciptakan nilai ekonomi bagi kelompok tersebut.

Dengan dukungan penuh mulai dari dukungan modal, peningkatan kualitas SDM, maupun pemasaran hasil akhir, diharapkan dapat memberikan semangat bagi kelompok-kelompok perempuan dan generasi muda dalam menjaga hutan Bengkulu agar tidak semakin rusak akibat deforestasi. Ini juga menciptakan siklus yang berkelanjutan di mana pelestarian hutan tidak hanya menjadi tanggung jawab lingkungan, tetapi juga menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

Di tengah semakin gencarnya upaya pelestarian hutan di Provinsi Bengkulu, kelompok perempuan dan generasi muda telah muncul sebagai kekuatan utama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Dengan skema perhutanan sosial, mereka telah membuktikan bahwa pelestarian hutan dan pembangunan ekonomi berkelanjutan dapat saling mendukung.

Melalui Program Perhutanan Sosial untuk Perempuan dan Generasi Muda (PS-PGM), yang diluncurkan oleh Provinsi Bengkulu dengan kerja sama antara The Asia Foundation (TAF) dan Lembaga Kajian, Advokasi, dan Edukasi (LivE), upaya ini bertujuan untuk meningkatkan peran perempuan dalam pengelolaan perhutanan sosial di wilayah ini.

TAF-LivE bekerja sama dengan Seksi Wilayah VI Pengelolaan Taman Nasional Balai Besar TNKS, Seksi Wilayah I BKSDA Bengkulu, dan KPHL Bukit Daun Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bengkulu berhasil menggerakkan 423 perempuan di Kabupaten Rejang Lebong, Kepahiang, dan Bengkulu Tengah untuk membentuk tujuh kelompok perempuan yang berfokus pada pengelolaan perhutanan sosial.

1 2 3

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan