Scroll untuk baca artikel
Alaku
Alaku
Alaku
Artikel

Makna Surat Al-Fatihah dan Kegunaannya dalam Al-Qur’an

×

Makna Surat Al-Fatihah dan Kegunaannya dalam Al-Qur’an

Sebarkan artikel ini
Hukum Membaca Al-Qur'an Tanpa Wudhu, Menurut Dalil dan Pendapat Ulama
Al-Qur'an / foto dok detikcom

Bengkulu – Surat Al-Fatihah merupakan surat pembuka dalam Al-Qur’an yang memiliki kedudukan sangat istimewa. Surat ini terdiri dari tujuh ayat dan diturunkan di Makkah. Al-Fatihah disebut sebagai Ummul Kitab (Induk Kitab) dan As-Sab’ul Matsani (tujuh ayat yang diulang-ulang) karena mengandung seluruh inti ajaran Islam yang dijabarkan dalam surat-surat lainnya. Dalam tafsir Ibnu Katsir yang dikutip oleh Alim.org, dijelaskan bahwa Al-Fatihah adalah dasar dari seluruh isi Al-Qur’an karena memuat pujian kepada Allah, penegasan keesaan-Nya, pengakuan terhadap hari pembalasan, serta doa agar manusia diberi petunjuk ke jalan yang benar.

Makna dan Kandungan Surat Al-Fatihah

Tiga ayat pertama dari Al-Fatihah mengajarkan pentingnya mengakui kebesaran Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Kalimat Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin mengandung makna bahwa segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam, sumber dari segala nikmat dan rahmat. Sementara ayat keempat, Maliki Yaumiddin, menegaskan bahwa Allah adalah Penguasa Hari Pembalasan. Menurut penjelasan Detik.com, ayat ini menjadi pengingat bagi setiap manusia bahwa semua amal perbuatan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah pada hari akhir.

Baca Juga:  12 Mahram dalam Islam, Jangan Salah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *