Mahfud Md Larang Berpolitik di Lingkungan Kampus

Mahfud menjelaskan bahwa politik tingkat tinggi melibatkan gagasan bernegara dan kebangsaan, yang menjadikannya sebagai hal yang sangat relevan dan penting untuk diajarkan di kampus-kampus. “Tapi kalau high politics, politik yang sifatnya inspiratif bukan politik praktis, itu justru harus diajarkan di kampus-kampus karena di dalam politik tingkat tinggi itu ada namanya politik kebangsaan, gagasan-gagasan kita bernegara,” katanya.
Menkopolhukam menggarisbawahi bahwa politik tingkat tinggi mencakup konsep politik yang inspiratif dan non-praktis. Ini mencakup isu-isu kebangsaan, gagasan politik, serta visi bersama sebagai sebuah negara. Oleh karena itu, Mahfud berpendapat bahwa pendidikan mengenai high politics seharusnya diperkuat di setiap lembaga pendidikan tinggi untuk memastikan pemahaman yang mendalam tentang politik kebangsaan dan kenegaraan.
Meskipun demikian, Menkopolhukam tetap menegaskan bahwa kampanye politik praktis dan elektoral tidak boleh dilakukan di kampus atau dalam forum resmi. Namun, ia memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berbicara secara informal tentang preferensi politik mereka, asalkan tidak melanggar norma-norma etika dan tata krama. “Oleh sebab itu di sini tidak ada kampanye politik praktis, politik elektoral, nanti itu hanya boleh dilakukan di luar kampus atau di dalam bisik-bisik di dalam kelas masing-masing boleh, besok kamu pilih ini, besok saya milih ini, ini, ini silakan, tapi dalam forum-forum resmi tidak boleh ada kampanye politik,” kata Mahfud.
Penulis : Affif Dwi As’ari
Editor : Affif Dwi As’ari





