Mahfud Md Larang Berpolitik di Lingkungan Kampus

“Saya tidak akan kampanye, karena politik itu ada dua tingkatan. Satu politik tinggi, politik tingkat tinggi atau high politics atau kalau istilah Gus Dur itu politik inspiratif, ini meliputi politik kebangsaan, kenegaraan,” ujarnya.
Menkopolhukam menjelaskan bahwa high politics atau politik tingkat tinggi adalah politik yang berkaitan dengan isu-isu nasional, kebangsaan, dan kenegaraan. Ia memahaminya sebagai politik inspiratif yang melibatkan diskusi dan pemahaman terkait dengan arah dan masa depan negara. Politik tingkat tinggi ini mencakup hal-hal seperti pemikiran ideologis, konstitusi, dan tujuan bersama sebagai bangsa.
Namun, Mahfud juga menyebutkan adanya tingkatan politik lain, yaitu low politics atau politik tingkat rendah. Ini adalah politik elektoral yang lebih bersifat praktis, terkait dengan pemilihan partai politik tertentu atau calon tertentu dalam pemilihan umum.
“Kemudian ada politik atau Low Politics, politik elektoral, politik rendah, yang satu tinggi yang satu rendah, bukan rendahan, ini tingkat yang lebih rendah yaitu politik elektoral, misalnya kuliah agar memilih partai tertentu, kuliah agar memilih calon tertentu atau mengusulkan dan mendeklarasikan calon tertentu, nah itu tidak boleh dilakukan di kampus,” tegasnya.
Mahfud Md, memahami perbedaan antara politik tingkat tinggi (high politics) dan politik tingkat rendah (low politics) serta menekankan pentingnya pendidikan politik tingkat tinggi di kampus.





