Mahasiswa Poltekkes Bengkulu Ikuti Pelatihan Table Manner, Perkuat Profesionalisme Calon Nakes

Bengkulu – Puluhan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Bengkulu mengikuti pelatihan etika perjamuan resmi atau table manner di Two K Azana Style Hotel Bengkulu, Senin (27/4), sebagai upaya memperkuat profesionalisme calon tenaga kesehatan.
Pelatihan ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman tata krama internasional yang kerap diterapkan dalam forum formal hingga jamuan kenegaraan, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam lingkungan profesional.
Dalam sesi pelatihan, peserta mendapatkan bimbingan langsung dari tim hotel terkait teknik dasar table manner, mulai dari urutan penggunaan alat makan, posisi duduk yang benar, hingga etika berkomunikasi di meja makan.
Chef profesional bersama jajaran manajemen hotel turut memberikan materi teknis secara rinci. Mereka menjelaskan tahapan penyajian hidangan, mulai dari makanan pembuka (appetizer), hidangan utama (main course), hingga penutup (dessert).
Penjelasan mengenai fungsi masing-masing peralatan makan, seperti garpu, pisau, dan sendok, menjadi bagian penting agar mahasiswa tidak canggung saat menghadapi situasi formal di dunia kerja.
Pihak Poltekkes Kemenkes Bengkulu menegaskan bahwa kompetensi tenaga kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan klinis, tetapi juga soft skills yang mendukung profesionalitas.
“Pemahaman etika perjamuan menjadi penting karena tenaga kesehatan kerap berinteraksi dengan berbagai pihak dalam forum resmi,” demikian disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Selama pelatihan, antusiasme mahasiswa terlihat saat mereka mempraktikkan langsung teori yang diberikan dalam suasana hotel berbintang, yang dirancang menyerupai kondisi nyata di lapangan.
Instruktur juga memberikan tips menghadapi situasi tak terduga di meja makan, seperti penggunaan alat makan yang tepat hingga cara menyantap hidangan tertentu secara elegan.
Manajemen Two K Azana Style Hotel Bengkulu menyebut kolaborasi ini sebagai bagian dari kontribusi dunia usaha dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
Melalui pelatihan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki sikap profesional dan etika yang baik sebagai bekal memasuki dunia kerja yang kompetitif.






