Pertama kali, Masjid Raya Baitul Izzah Kutbah Jumat Berbahasa Arab

Bengkulu – Ada yang berbeda pada pelaksanaan Sholat Jumat di Masjid Raya Baitul Izzah Kota Bengkulu, Jumat (22/8/2025). Sang khatib, Prof. Dr. Hery Noer Aly, MA, menyampaikan khutbah sepenuhnya dalam bahasa Arab, mulai dari awal hingga akhir.
“Mulai minggu ini, khutbah Jumat di Masjid Raya Baitul Izzah memakai bahasa Arab,” ujar protokol sebelum khutbah dimulai.
Perubahan ini sempat membuat sebagian jemaah terkejut. Namun, banyak pula yang menyambut positif. Pasalnya, panitia telah menyiapkan lembaran terjemahan bahasa Indonesia yang dibagikan kepada jemaah saat memasuki masjid. Dengan begitu, para jemaah tetap dapat menyimak isi khutbah sambil membaca terjemahan yang tersedia.
Khutbah yang dibawakan Prof. Hery Noer Aly mengangkat tema “Kebebasan dan Kemerdekaan: Sinergi Pemimpin dan Rakyat dalam Membangun Negeri.”
“Kebebasan adalah salah satu nikmat terbesar dari Allah. Dengannya, manusia bisa beribadah dengan ikhlas dan menjalankan tugas di bumi dengan adil. Jika kebebasan hilang atau negeri dijajah, maka seseorang akan hidup dalam kehinaan dan tidak mampu menunaikan kewajiban terhadap Tuhannya maupun umatnya,” ucapnya.
Ia menambahkan, sebagaimana kebebasan individu adalah dasar kehormatan, maka kemerdekaan sebuah bangsa adalah amanah besar. “Para pendahulu kita telah mengorbankan darah dan jiwa agar kita bisa hidup merdeka. Maka, kita wajib menjaganya,” tegasnya.
Disambut Positif
Ketua MUI Provinsi Bengkulu, Prof. Dr. H. Zulkarnain Dali, M.Pd., menilai khutbah Jumat berbahasa Arab ini merupakan langkah positif.
“Kutbah Jumat awalnya memang berbahasa Arab. Lalu bergeser ke bahasa Indonesia agar mudah dipahami. Kalau sekarang kembali menggunakan bahasa Arab, itu sah-sah saja, apalagi sudah ada terjemahan tertulis,” ujarnya.
Sejumlah jemaah juga menyatakan hal serupa. “Awalnya kaget, tapi setelah membaca kertas terjemahan yang dibagikan panitia, ya tidak masalah. Tinggal baca saja,” kata seorang jemaah usai salat.






