Alaku

KONI Bengkulu Pantau Atlet Tinju dan Anggar, Bidik Kesiapan PON NTB-NTT

KONI Bengkulu Pantau Atlet Tinju dan Anggar, Bidik Kesiapan PON NTB-NTT

Bengkulu – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bengkulu melakukan monitoring terhadap atlet binaan cabang olahraga tinju dan anggar untuk memastikan program latihan dan perkembangan kemampuan atlet berjalan sesuai target menuju PON NTB-NTT dua tahun mendatang.

Ketua Harian KONI Provinsi Bengkulu, Dali Sukma, mengatakan kepengurusan baru KONI Bengkulu tengah mendorong pembenahan sistem pembinaan atlet secara menyeluruh. Pembinaan jangka panjang disiapkan agar persiapan tidak hanya berorientasi pada kejuaraan tertentu, tetapi diarahkan pada peningkatan prestasi secara berkelanjutan.

Menurut Dali, Bengkulu memiliki banyak atlet potensial yang selama ini belum sepenuhnya mendapatkan pola pembinaan yang terprogram dan konsisten.

“Bengkulu tidak kekurangan atlet bagus, tapi selama ini kurang bahkan tidak sama sekali mendapatkan pembinaan yang benar-benar terprogram,” tegas Dali.

Ia mengatakan, monitoring dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan atlet yang telah masuk dalam Program Pembinaan Atlet. KONI juga memantau program latihan yang dijalankan pelatih serta kebutuhan yang harus segera disiapkan selama masa pembinaan.

“Kita memastikan Program Pembinaan Atlet untuk persiapan PON dua tahun yang akan datang berjalan sesuai harapan,” kata Dali.

Alaku

Dali menjelaskan, atlet dan pelatih dalam program tersebut menjalani pembinaan serta latihan secara rutin setiap hari. Perkembangan atlet terus dievaluasi agar KONI dapat menentukan langkah dan program yang diperlukan untuk meningkatkan kesiapan menghadapi PON.

“KONI terus memantau sejauh mana perkembangan atlet dan program-program apa saja yang harus segera disiapkan agar atlet tersebut benar-benar siap menghadapi PON,” ujarnya.

Ia optimistis persiapan kontingen Bengkulu menuju PON NTB-NTT akan lebih matang melalui Program Pembinaan Atlet Jangka Panjang yang mulai dijalankan.

“Kita optimis, PON NTB-NTT kita akan lebih siap lagi,” tutur Dali.

Dali menegaskan, atlet yang masuk dalam program pembinaan tidak dipilih secara sembarangan. KONI melakukan penelusuran berdasarkan rekam jejak, pengalaman bertanding, jam terbang, riwayat keikutsertaan dalam kejuaraan, hingga prestasi yang telah diraih.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan