Bengkulu – Keselamatan berkendara Bengkulu menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Bengkulu menyusul meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas, terutama yang melibatkan kalangan pelajar dan anak muda. Upaya pencegahan dinilai perlu diperkuat melalui edukasi dan kolaborasi lintas instansi.
Isu keselamatan berkendara Bengkulu tersebut dibahas dalam audiensi antara Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni dan Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Bengkulu Fitri Agustina di ruang kerja Sekda, Selasa (3/2). Pertemuan itu memfokuskan langkah konkret untuk menekan risiko kecelakaan di daerah.
Herwan meminta Jasa Raharja lebih aktif menyasar sekolah-sekolah dalam program sosialisasi, khususnya terkait penggunaan helm dan pemahaman aturan lalu lintas bagi pelajar.
“Kami meminta Jasa Raharja untuk mengadakan sosialisasi ke sekolah-sekolah, khususnya mengenai penggunaan helm dan keselamatan berkendara, karena tingkat kecelakaan cukup tinggi pada anak muda, terutama pelajar,” ujar Herwan.
Di sisi lain, Fitri Agustina menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan kepolisian dalam meningkatkan kepatuhan masyarakat membayar pajak kendaraan bermotor. Menurutnya, kepatuhan tersebut berkontribusi langsung pada perlindungan korban kecelakaan melalui dana santunan yang dikelola Jasa Raharja.
“Perlu kerja sama antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan kepolisian untuk mengajak masyarakat taat membayar pajak kendaraan,” ujar Fitri.
Herwan mengungkapkan, tingkat kepatuhan pajak kendaraan di Provinsi Bengkulu saat ini masih sekitar 31 persen dari total kendaraan terdaftar. Angka tersebut dinilai masih rendah dan menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah dalam mendorong kesadaran masyarakat, sejalan dengan upaya memperkuat keselamatan berkendara Bengkulu serta optimalisasi pendapatan daerah.
Audiensi ditutup dengan penyerahan plakat sebagai simbol sinergi dan kerja sama, kemudian dilanjutkan sesi foto bersama.





