“Kerja sama ini diproyeksikan untuk mengembangkan lahan tahap pertama seluas 500 hektare. Investasi yang dapat masuk dari program ini diperkirakan mencapai Rp 60 triliun dan membuka lebih dari 10.000 peluang kerja baru bagi tenaga kerja Indonesia,” jelas Airlangga.
Ia menambahkan bahwa TCTP akan diterapkan di tiga lokasi: Batang, Wijayakusuma di Kota Semarang, dan Bintan Utara. Pengembangan ini diharapkan bisa meniru kesuksesan kawasan industri Shenzhen di China.
“Potensinya bisa sampai Rp 60 triliun, hanya di Batang saja,” ungkapnya.
Dengan adanya kerja sama strategis ini, KEK Industropolis Batang diharapkan dapat menjadi pusat industri unggulan yang mampu menarik investasi besar dan menciptakan ribuan lapangan kerja baru bagi masyarakat Indonesia.














