Alaku

Kades: Program Satu Desa Satu Hektare Gubernur Bengkulu Ubah Lahan Tidur Jadi Sumber Ekonomi

Kepala Desa Banjar Sari, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Winarto Rudi Setiawan saat ditemui redaksi repoeblik.com (25/7/25) (foto: Ardiyanto/repoeblik.com)

Bengkulu Utara – Program Lomba Ketahanan Pangan Satu Desa Satu Hektare yang digulirkan Pemerintah Provinsi Bengkulu menuai apresiasi dari Kepala Desa Banjar Sari, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Winarto Rudi Setiawan. Menurutnya, kebijakan ini sangat inovatif karena mampu menggerakkan ekonomi masyarakat desa sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

“Program yang digagas Bapak Gubernur Bengkulu ini sangat inovatif dan baik sekali untuk merangsang pertumbuhan ekonomi, khususnya pada komoditas jagung atau tanaman pangan lainnya. Dengan adanya program ini, lahan-lahan tidur masyarakat bisa menjadi produktif dan tentu dapat menambah penghasilan keluarga,” ujar Winarto via pesan WhatsApp, Senin (25/8).

Ia menambahkan, dengan kewajiban satu hektare di setiap desa atau kelurahan, peluang untuk meningkatkan produksi pangan terbuka lebar. Tidak hanya terbatas pada jagung, tetapi juga bisa mencakup padi, palawija, maupun komoditas pangan lain yang bernilai ekonomi tinggi.

“Semoga dengan program ini, masyarakat desa dapat semakin berdaya. Selain menguatkan ekonomi keluarga, juga mendukung penuh program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Bapak Presiden,” lanjutnya.

Sebelumnya, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan meluncurkan program ini di Desa Tangga Batu, Kabupaten Seluma. Ia menyiapkan total hadiah Rp2,25 miliar dan menegaskan bahwa dari 1.514 desa/kelurahan di Bengkulu tidak boleh ada yang absen. Bahkan Pulau Enggano disebut memiliki peluang besar karena masih banyak lahan kosong yang dapat dimanfaatkan.

Helmi juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan sarana pendukung seperti truk pengangkut dan gudang penyimpanan hasil pangan agar program berjalan maksimal. “Harapan kita, tidak ada lagi impor jagung. Bengkulu bisa jadi penyemangat bagi provinsi lain untuk melakukan hal yang sama,” kata Helmi.

Program ini turut mendapat dukungan penuh dari Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono. Ia menegaskan seluruh jajaran kepolisian telah diperintahkan untuk menyukseskan program tersebut. “Kami sangat mendukung. Sinergi pemerintah daerah dan kepolisian diharapkan bisa membawa Bengkulu menuju swasembada jagung,” pungkas Kapolda.

Pada kesempatan itu, Pemprov Bengkulu juga menyerahkan bantuan kepada kelompok tani berupa handsprayer elektrik, rice milling mini, bibit alpukat, durian, jagung, serta pestisida sebagai sarana penunjang kegiatan pertanian.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan