Jaksa Agung Muda Setujui Restorative Justice Kasus Penadahan Barang Bekas di Bengkulu
HS (kiro) dan SN (kanan) disaksikan Kejari Bengkulu saat Restorative Justice (RJ), Senin (15/9/25)(foto: Ardiyanto/repoeblik.com)

Jaksa Agung Muda Setujui Restorative Justice Kasus Penadahan Barang Bekas di Bengkulu

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Bengkulu – Kasus penadahan barang bekas dengan tersangka HS (53) resmi diselesaikan melalui mekanisme Restorative Justice (RJ). Persetujuan diberikan langsung oleh Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) setelah rapat virtual bersama Kejaksaan Negeri Bengkulu.

Kasi Pidana Umum Kejari Bengkulu, Dr. Rusydi Sastrawan, SH, MH, didampingi Kasi Intelijen menyampaikan, pengajuan RJ untuk tersangka HS telah mendapat restu dari Jampidum.

“Alhamdulillah, RJ kasus penadahan dengan tersangka HS berusia 53 tahun yang diajukan Kejaksaan Negeri Bengkulu disetujui langsung oleh Jampidum, dan RJ ini sudah sah,” ungkap Rusydi, Senin (16/9/25).

Sebagai konsekuensi, tersangka HS diwajibkan menjalankan sanksi sosial berupa kerja kemasyarakatan. Ia harus membersihkan saluran air di lingkungan setempat setiap Sabtu dan Minggu selama satu bulan penuh, dengan pengawasan pihak kelurahan.

Kasus ini bermula saat HS, pemilik gudang jual beli barang bekas, membeli besi teralis hasil curian dari pelaku berinisial SN. Beberapa hari kemudian, SN ditangkap polisi dari Polsek Teluk Segara dan mengaku menjual barang curiannya ke gudang milik HS.

Setelah penyelidikan, HS ditetapkan sebagai tersangka dan dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum Kejari Bengkulu. Namun, melihat kondisi tersangka dan adanya perdamaian, korban akhirnya memaafkan HS dan sepakat menyelesaikan perkara di luar meja hijau.

Proses RJ ini juga melibatkan Kepala Kejaksaan Negeri Bengkulu, Ketua Adat Kota Bengkulu, Plt. Kepala Kantor Pelayanan Publik, Kasi Pidum, dan Jaksa Penuntut Umum dalam rapat yang digelar di Bengkulu.

Gambar Gravatar
Wartawan media online yang aktif meliput berbagai peristiwa di daerah, mulai dari isu sosial, pemerintahan lokal, hingga perkembangan terbaru yang relevan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *