Bengkulu – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perempuan Bangsa Provinsi Bengkulu langsung mematangkan delapan program kerja strategis periode 2026 setelah Ita Yunita A.Ma, SH terpilih sebagai Ketua DPW Perempuan Bangsa Bengkulu dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) yang digelar di Bengkulu, Sabtu (6/6/2026). Program tersebut disiapkan untuk memperkuat organisasi sekaligus memperluas peran perempuan dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Ita Yunita mengatakan penguatan struktur organisasi menjadi agenda utama yang akan segera dijalankan. Langkah tersebut dinilai penting agar seluruh program yang telah disusun dapat berjalan efektif hingga tingkat akar rumput.
Menurutnya, Perempuan Bangsa Bengkulu akan fokus menyelesaikan pembentukan kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di daerah yang belum terbentuk serta memperkuat jaringan organisasi hingga tingkat ranting.
“Fokus awal kami adalah melengkapi kepengurusan DPC Perempuan Bangsa di kabupaten yang belum terbentuk, sekaligus memperkuat struktur hingga tingkat ranting. Kami ingin melahirkan kader perempuan yang ideologis, kompeten, dan siap berkontribusi bagi masyarakat,” ujar Ita Yunita.
Selain konsolidasi internal, organisasi sayap Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut juga menyiapkan sejumlah program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Di antaranya kegiatan senam sehat bersama warga, donor darah rutin setiap dua bulan, serta khitanan massal gratis yang ditujukan bagi anak-anak yatim piatu dan keluarga kurang mampu.
Perempuan Bangsa Bengkulu juga menempatkan peningkatan kapasitas politik perempuan sebagai salah satu prioritas utama. Melalui seminar dan pendidikan politik berkelanjutan, organisasi ini menargetkan lahirnya kader perempuan yang memiliki integritas, kemampuan kepemimpinan, dan pemahaman terhadap isu-isu pembangunan.
“Kami ingin mencetak kader perempuan yang berintegritas, memiliki loyalitas terhadap organisasi, serta memahami peran strategis perempuan dalam pembangunan daerah maupun politik nasional,” katanya.
Dalam program kerja yang telah disepakati, Perempuan Bangsa juga akan memperkuat hubungan dengan media dan insan pers. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas penyebaran informasi organisasi sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kepada publik.
Di sektor ekonomi, organisasi ini berkomitmen mendorong pemberdayaan perempuan melalui penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pengembangan ekonomi kreatif. Perempuan Bangsa juga akan menjalin kerja sama dengan berbagai yayasan sosial, termasuk lembaga yang bergerak di bidang disabilitas.
Sementara itu, pada bidang advokasi, organisasi tersebut akan mengawal berbagai isu strategis yang berkaitan dengan hak perempuan dan anak. Fokus perhatian meliputi pemenuhan hak dasar, kesehatan reproduksi, hingga upaya pencegahan dan penanganan kekerasan serta diskriminasi sosial.
Melalui delapan program strategis yang telah dirumuskan, Ita Yunita berharap Perempuan Bangsa Bengkulu dapat menjadi mitra aktif pemerintah dalam memperjuangkan kesetaraan gender, meningkatkan kualitas hidup perempuan, serta mendorong kesejahteraan masyarakat di Provinsi Bengkulu.





