Gubernur Bengkulu Imbau Bupati dan Wali Kota Gelar Doa Lintas Agama 1 Oktober

Bengkulu – Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mengimbau seluruh bupati dan wali kota, organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan, tokoh agama, serta pengurus tempat ibadah di Provinsi Bengkulu menggelar doa bersama lintas agama pada Kamis, 1 Oktober 2026. Ajakan tersebut disampaikan sebagai ikhtiar bersama memohon perlindungan bagi Bengkulu dari berbagai bencana dan musibah yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Imbauan itu dituangkan dalam surat Gubernur Bengkulu Nomor B/000/64/B.1/X/2026. Juru Bicara Gubernur Bengkulu, Dr. Zacky Antony, SH, MH, mengatakan surat tersebut ditujukan kepada unsur pemerintah daerah sekaligus pemimpin nonformal, termasuk ormas keagamaan dan pengurus rumah ibadah.
“Ini merupakan ajakan kepada seluruh elemen masyarakat untuk menyatukan hati dan solidaritas. Sebagai bangsa yang berlandaskan Ketuhanan Yang Maha Esa, kekuatan doa dan kebersamaan adalah pondasi utama kita dalam menghadapi ujian ini,” ujar Zacky.
Untuk umat Islam, pelaksanaan doa bersama akan dipusatkan di Masjid Raya Baitul Izzah. Rangkaian kegiatan dijadwalkan dimulai pukul 18.00 WIB dengan buka puasa bersama, dilanjutkan salat Magrib berjemaah dan salat sunah Awwabin, kemudian salat Isya berjemaah serta tausyiah.
Sementara umat beragama lainnya diimbau melaksanakan doa bersama di tempat ibadah masing-masing. Pelaksanaannya disesuaikan dengan ketentuan dan tata cara ibadah berdasarkan agama serta keyakinan masing-masing.
Menurut Zacky, kegiatan tersebut merupakan respons atas situasi bencana alam yang belakangan melanda sejumlah daerah di Indonesia. Pemprov Bengkulu mengajak masyarakat menjadikan doa bersama sebagai bagian dari ikhtiar untuk memohon keselamatan dan perlindungan bagi daerah.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyatukan hati dan solidaritas,” katanya.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bengkulu Prof. Dr. Rohimin, M.Ag., menyambut baik rencana doa bersama lintas agama tersebut. Ia menilai kegiatan itu dapat menjadi bentuk kebersamaan masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.
“Melalui doa bersama ini banyak manfaat yang bisa dipetik yaitu agar Bengkulu bisa terhindar dari berbagai bencana seperti gunung meletus, gempa bumi, banjir bandang, longsor, kebakaran hutan dan lahan, dan lainnya,” ujar Rohimin.
Ia menegaskan, doa bersama tetap dilaksanakan sesuai tempat ibadah dan keyakinan masing-masing. Dengan demikian, seluruh umat beragama dapat berpartisipasi melalui tata cara ibadah yang sesuai dengan ajaran masing-masing.
Rencana doa lintas agama ini sebelumnya juga telah disampaikan Pemprov Bengkulu bersama FKUB sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon agar Bengkulu dan masyarakatnya dijauhkan dari berbagai musibah.







