FESTIVAL TABUT: SIMBOL PEMERSATU KEBERAGAMAN DI BENGKULU
Festival tabut yang sering diadakan di Provinsi Bengkulu (Foto: Ardiyanto/repoeblik.com)

Festival Tabut 2026 Hampir Rampung, Panitia Siapkan 10 Hari Atraksi Budaya

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Bengkulu – Persiapan Festival Tabut 2026 di Bengkulu memasuki tahap akhir dengan progres pelaksanaan mencapai sekitar 70 hingga 80 persen. Panitia memastikan seluruh rangkaian kegiatan budaya, pertunjukan seni, hingga perlombaan tradisional siap digelar selama 10 hari penuh.

Kurator Seni Budaya Festival Tabut 2026, Junaidi Zul, mengatakan berbagai persiapan teknis telah diselesaikan melalui pertemuan teknis atau “duduk berasan” yang menjadi tradisi masyarakat setempat dalam mematangkan pelaksanaan acara.

“Berbagai lomba, termasuk permainan ikan, telong-telong, dan tarian, semuanya sudah siap. Acara pembukaan dan penutupan juga telah dipersiapkan,” ujar Junaidi, Kamis (28/5/26).

Festival Tabut tahun ini akan berlangsung setiap hari mulai pukul 14.00 WIB hingga malam hari. Seluruh pengisi acara dan pelaku seni budaya disebut telah menyatakan kesiapan untuk tampil memeriahkan agenda budaya tahunan tersebut.

Di tengah kondisi efisiensi anggaran, panitia tetap berupaya menjaga kemeriahan festival. Sebanyak lebih dari 200 tenda UMKM disiapkan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat selama acara berlangsung.

Dari total tenda yang tersedia, sebanyak 20 unit diberikan secara gratis bagi pelaku usaha kecil. Sementara tenda komersial disewakan dengan tarif mulai Rp4 juta hingga Rp12 juta, bergantung pada ukuran dan lokasi.

Minat pedagang dari luar daerah juga mulai meningkat. Sejumlah pelaku usaha dari Bekasi, Jambi, Palembang, Padang, hingga Lampung dilaporkan telah melakukan pemesanan lapak untuk berjualan selama festival berlangsung.

Junaidi menjelaskan konsep penataan Festival Tabut 2026 mengalami perubahan dibanding tahun sebelumnya. Area sepanjang jalan dari Horizon hingga Bencoolen Mall tidak lagi digunakan untuk tenda dagangan maupun wahana permainan.

Seluruh aktivitas perdagangan dan hiburan akan dipusatkan di kawasan Sport Center. Sementara prosesi sakral budaya Tabut tetap dilaksanakan di Lapangan Merdeka dekat Polresta Bengkulu serta kawasan kampung Tabut.

Beberapa agenda budaya utama seperti malam Tabut Besanding, Arak Gedang, dan Mengambik Tanah dijadwalkan berlangsung di Lapangan Tugu. Tradisi pelepasan Tabut dari Gedung Daerah yang sempat vakum juga direncanakan kembali digelar tahun ini.

“Kami berharap akan ada pelepasan lagi saat Tabut Buang nanti. Kami bekerja sama dengan pemerintah untuk menjaga tradisi Tabut tetap hidup,” kata Junaidi.

Pada malam puncak festival, arak-arakan Tabut Budaya akan melintasi kawasan Pantai Panjang di depan Sport Center. Panitia mengundang masyarakat dan wisatawan untuk menyaksikan langsung kemeriahan Festival Tabut 2026 yang menjadi salah satu agenda budaya terbesar di Bengkulu.

Gambar Gravatar
Wartawan berita daerah yang konsisten mengikuti perkembangan isu regional, kebijakan pemerintah setempat, serta berbagai peristiwa penting di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *