Seluma – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Seluma memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan turun langsung meninjau dapur penyedia makanan yang telah beroperasi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan standar keamanan pangan terpenuhi serta pengelolaan bahan baku berjalan sesuai ketentuan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Seluma, Drs. Amri M.Pd, yang juga tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) MBG, mengatakan pihaknya telah mendatangi sejumlah dapur MBG atau SPPG bersama tim yang dipimpin Sekretaris Daerah.

“Kami sudah mendatangi beberapa dapur yang beroperasi. Kepada dapur MBG, kami menyampaikan beberapa poin kekurangan yang harus segera dibenahi. Tujuannya agar ke depan tidak ada masalah serius, seperti keracunan makanan atau kendala teknis lainnya,” ujar Amri saat memberikan keterangan, Kamis (12/2).
Ia menegaskan, aspek keamanan dan higienitas menjadi perhatian utama agar makanan yang didistribusikan kepada penerima manfaat benar-benar aman dikonsumsi.

Selain itu, Dinas Ketahanan Pangan juga menyoroti mekanisme pembelian bahan pangan. Pengelola dapur diminta mematuhi ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kami menyarankan kepada yayasan dan SPPG agar pembelian bahan makanan tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditentukan pemerintah,” tambahnya.
Tak hanya soal harga, Dinas Ketahanan Pangan mewajibkan dapur MBG mengutamakan produk lokal dalam memenuhi kebutuhan bahan baku. Pasokan dari luar daerah hanya diperbolehkan apabila stok di Kabupaten Seluma tidak tersedia.
“Kami menegaskan agar setiap dapur mengambil bahan dari produk lokal. Jika memang stoknya tidak tersedia di daerah kita, baru diperbolehkan mengambil dari luar daerah,” pungkas Amri. (ADV)





