Alaku

Desa Air Kati Dua Tahun Tanpa Bidan, Warga Minta Dinkes Rejang Lebong Bertindak

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Air Kati, Hasan Basri (foto:mawid)

Rejang Lebong – Warga Desa Air Kati, Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT), Kabupaten Rejang Lebong, meminta Dinas Kesehatan setempat segera menempatkan bidan desa setelah hampir dua tahun wilayah tersebut tidak memiliki tenaga kesehatan yang bertugas. Kondisi ini membuat masyarakat harus menempuh perjalanan sekitar delapan kilometer ke Puskesmas PUT untuk memperoleh layanan kesehatan.

Ketiadaan bidan desa disebut telah berlangsung sejak 2025 dan hingga pertengahan 2026 belum ada penempatan tenaga kesehatan baru. Akibatnya, akses pelayanan kesehatan bagi warga dinilai belum berjalan optimal, terutama saat terjadi kondisi darurat.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Air Kati, Hasan Basri, mengatakan masyarakat kerap menghadapi kesulitan ketika membutuhkan penanganan medis karena tidak ada petugas kesehatan yang siaga di desa.

“Sudah hampir dua tahun Desa Air Kati tidak memiliki bidan desa yang ditugaskan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong. Akibatnya, jika ada warga yang sakit atau membutuhkan pengobatan, mereka harus pergi ke Puskesmas induk di Kecamatan Padang Ulak Tanding yang jaraknya sekitar delapan kilometer dari desa,” ujar Hasan, Senin (6/7/2026).

Menurut Hasan, pelayanan kesehatan yang diterima warga di desa saat ini hanya melalui kegiatan Posyandu yang berlangsung satu kali setiap bulan. Padahal, kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan bisa muncul kapan saja dan tidak dapat menunggu jadwal tersebut.

Ia menambahkan, Desa Air Kati sebenarnya telah memiliki gedung Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) yang layak digunakan. Fasilitas pendukung juga dinilai memadai dan lokasinya berada di tengah permukiman sehingga siap dimanfaatkan apabila tenaga kesehatan ditempatkan.

Hasan juga mencontohkan, belum lama ini seorang siswa sekolah dasar yang mengalami kecelakaan di lingkungan sekolah tidak dapat langsung memperoleh penanganan medis di desa. Korban akhirnya harus dibawa ke Puskesmas Padang Ulak Tanding untuk mendapatkan perawatan.

Mewakili masyarakat, Hasan berharap Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong melalui Dinas Kesehatan segera menugaskan bidan desa di Air Kati agar pelayanan kesehatan dapat diakses lebih cepat dan merata.

“Kami berharap pemerintah daerah segera menugaskan bidan desa di Air Kati. Dengan begitu masyarakat bisa memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih cepat, mudah, dan setara dengan desa-desa lain di Kabupaten Rejang Lebong,” tutupnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan