Deklarasi AMJ Bengkulu, Dedy Wahyudi Tekankan Pers Profesional dan Beretika
Ia juga menegaskan kedekatannya dengan dunia jurnalistik yang telah digelutinya selama dua dekade. “Bicara soal pers, saya sampai hari ini masih menjadi bagian dari pers. Dua puluh tahun saya berkarier di media dan saya bangga dengan profesi saya sebagai jurnalis. Profesi ini membuat kita bisa berhubungan dengan banyak orang, mulai dari lapisan paling bawah sampai paling atas. Saya dilatih bagaimana menyelesaikan masalah dan memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Dedy, eksistensi pers yang kuat sangat ditentukan oleh kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik serta Undang-Undang Pers. “Pers yang sehat adalah pers yang menjunjung tinggi kode etik jurnalistik. Dari sekian banyak profesi, wartawan adalah salah satu profesi yang punya kode etik. Undang-Undang Pers juga khusus, tidak ada turunannya,” tegasnya.
Ia mengingatkan insan pers, khususnya yang tergabung dalam AMJ, untuk menjaga marwah profesi. “Kepada teman-teman semua, saya harap jaga profesi yang mulia ini. Dari sinilah kita bisa menapak karier. Tokoh-tokoh besar nasional banyak yang lahir dari pers. Deputi Gubernur BI dulu juga pernah menjadi wartawan di Tempo,” katanya.




