Bunda PAUD Kota Bengkulu Pastikan MPLS Ramah Anak, Tekankan Pentingnya Pendidikan Pra Sekolah

Bengkulu – Bunda PAUD Kota Bengkulu, Ny. Dian Fitriani Wahyudi, memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan transisi dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ke Sekolah Dasar (SD) berjalan ramah anak, aman, dan menyenangkan melalui monitoring di sejumlah satuan pendidikan, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan peserta didik baru dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah secara nyaman sejak hari pertama masuk. Monitoring juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bengkulu mendorong penerapan pembelajaran yang berpusat pada kebutuhan anak.
Dalam kunjungannya, Dian Fitriani Wahyudi mendatangi SD Negeri 20 Kota Bengkulu, SD Negeri 5 Kota Bengkulu, SD Baitul Izzah, TK Baitul Izzah, dan TK Pembina 1 Kota Bengkulu. Ia didampingi Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal (PAUDNI) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu Minarni, M.Pd., Pengawas TK, Sekretaris Pokja Bunda PAUD Kota Bengkulu, serta Kepala Seksi Kurikulum Sekolah Dasar.
Di setiap sekolah, rombongan meninjau langsung pelaksanaan MPLS, berdialog dengan kepala sekolah dan guru, serta menyapa peserta didik baru untuk melihat proses transisi dari PAUD ke SD berjalan sesuai prinsip pembelajaran yang ramah anak.
Dalam kesempatan itu, Dian Fitriani Wahyudi menegaskan pentingnya pendidikan satu tahun pra sekolah sebagai bekal anak sebelum memasuki jenjang sekolah dasar. Menurutnya, pendidikan pada usia dini berperan besar dalam membentuk kesiapan belajar sekaligus perkembangan sosial dan emosional anak.
Ia menjelaskan, berdasarkan rujukan UNESCO, usia 0 hingga 8 tahun merupakan masa emas perkembangan anak. Karena itu, stimulasi yang tepat melalui pendidikan anak usia dini dinilai sangat menentukan kemampuan anak dalam mengikuti proses pembelajaran di sekolah dasar.
Menurut Dian, anak yang memperoleh pendidikan pra sekolah umumnya memiliki tingkat kemandirian yang lebih baik, kemampuan bersosialisasi yang lebih matang, serta lebih siap mengikuti aktivitas belajar di kelas. Ia juga mengingatkan agar MPLS tidak hanya menjadi kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, tetapi mampu membangun rasa percaya diri, semangat belajar, dan kemandirian peserta didik sejak awal.
Pemerintah Kota Bengkulu berharap seluruh satuan pendidikan terus mengedepankan pelaksanaan MPLS yang aman, inklusif, dan bebas dari perundungan. Dengan terciptanya pengalaman belajar yang positif sejak hari pertama sekolah, proses transisi dari PAUD ke SD diharapkan menjadi fondasi yang kuat dalam membentuk generasi Kota Bengkulu yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.






