Catatan Riswan
Ekonomi itu bukan sekadar urusan niat baik, juga bukan hanya soal modal besar. Bengkulu punya keduanya. Yang sedang dikejar bersama menuju 2026 adalah satu hal yang lebih penting bagaimana potensi besar benar-benar berubah menjadi dompet yang ikut mengembang. Di titik inilah arah pembangunan ekonomi Bengkulu layak dibaca bukan dari janji yang lantang, tapi dari kerja yang pelan, rapi dan konsisten.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Helmi Hasan, Bengkulu mulai diajak keluar dari kebiasaan lama rajin panen, tapi cepat habis. Selama ini desa produktif, kebun hidup, laut ramah, namun nilai tambah sering mampir sebentar lalu pergi. Maka kebijakan ekonomi disusun melalui portofolio pembangunan daerah yang berpijak pada realitas sehari-hari desa sebagai basis produksi, kota sebagai pusat jasa dan distribusi. Tidak muluk-muluk, tapi masuk akal.
Visi “Bengkulu Maju yang Religius, Sejahtera dan Berkelanjutan” diterjemahkan ke hal-hal yang membumi. Ekonomi rakyat diperkuat, lapangan kerja diperluas, kualitas SDM ditingkatkan dan pembangunan dijaga agar tidak menumpuk di satu sudut saja. Ibarat memasak gulai, apinya dijaga supaya matang merata tidak gosong di pinggir, tidak mentah di tengah.














