Bengkulu – Sebanyak 156 jamaah umrah dari Provinsi Bengkulu akan diberangkatkan melalui penerbangan perdana rute baru Bengkulu–Padang–Jeddah dengan maskapai Lion Air, Rabu 20 Agustus 2025. Keberangkatan ini akan dilepas langsung oleh Direktur Utama PT Sianok Indah Holiday, H. Darmawan Kasim di Bandara Fatmawati Bengkulu bersama perwakilan Pemprov Bengkulu serta para agen travel umrah.
Rute baru ini menjadi terobosan penting karena jamaah tidak lagi harus transit di Jakarta sebelum menuju Tanah Suci. Direktur Utama PT Sianok Indah Holiday, H. Darmawan Kasim didampingi Fedi Iswandi, ST menuturkan bahwa penerbangan perdana sudah dipersiapkan dengan matang. Satu pesawat penuh dari Bengkulu dijadwalkan terbang menuju Padang, lalu dilanjutkan dengan penerbangan internasional menuju Jeddah.
“Dengan adanya rute baru ini, masyarakat Bengkulu lebih mudah berangkat umrah, begitu juga agen-agen travel umrah yang akan semakin terbantu,” jelas Darmawan.
Pimpinan Sianok Travel Umrah Wilayah Bengkulu, Dian Mercy Andriani, S.Sos., M.I.Kom menambahkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Lion Air pusat dan instansi terkait. Jadwal penerbangan ditetapkan pukul 10.05 WIB dari Bengkulu menuju Padang, tiba pukul 11.10 WIB. Dari Padang, jamaah akan terbang pukul 15.10 WIB dan diperkirakan sampai di Jeddah sekitar pukul 20.30 WIB.
“Rutenya sama dengan keberangkatan haji. Jamaah asal Bengkulu kini tidak perlu lagi transit ke Jakarta,” ujar Dian.
Sianok Travel juga menyiapkan paket umrah selama 13 hari dengan harga mulai Rp31 juta. Paket ini mencakup 11 hari penuh ibadah, termasuk satu kali Jumat di Makkah dan satu kali Jumat di Madinah. Selain itu, penerbangan domestik Bengkulu–Padang juga dapat dimanfaatkan masyarakat umum dengan jadwal mengikuti keberangkatan jamaah umrah.
Dian menegaskan, rute baru ini diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian Bengkulu. Dengan meningkatnya lalu lintas penerbangan melalui Bandara Fatmawati, pelaku usaha di Bengkulu ikut terdorong. Bahkan, rute ini diperkirakan akan diminati masyarakat dari luar Bengkulu seperti Sumsel, Lubuklinggau, hingga Pagar Alam.





